Peringatan Hari Pekerja Internasional atau May Day pada Jumat, 1 Mei 2026, di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, Malaysia, menjadi wadah bagi berbagai aliansi untuk menyuarakan beragam isu. Aksi ini tidak hanya berfokus pada hak-hak ketenagakerjaan, tetapi juga meluas ke isu hak pendidikan anak-anak, hak perempuan, hingga penolakan terhadap perang dan praktik rasuah.
Di tengah keramaian Dataran Merdeka, para aktivis terlihat sibuk mengatur lapak yang berisi buku dan brosur. Lapak-lapak ini menjadi pusat informasi dan diskusi bagi peserta aksi yang ingin mendalami berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan yang diangkat.
Menurut laporan ANTARA, peringatan Hari Buruh Sedunia di ibu kota Malaysia ini menunjukkan spektrum perjuangan yang lebih luas. Para peserta menegaskan bahwa perjuangan pekerja tidak bisa dipisahkan dari isu-isu fundamental lain yang memengaruhi kehidupan masyarakat, mulai dari akses pendidikan yang setara, kesetaraan gender, hingga tuntutan akan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, serta perdamaian dunia.
