Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) menjelang Hari Raya Idul Adha. Sebagai langkah antisipasi, Pemprov meluncurkan program “Healing”, sebuah inisiatif kesehatan hewan keliling yang berfokus pada intensifikasi vaksinasi ternak di 35 kabupaten/kota.
Program “Healing” ini memberikan layanan komprehensif mulai dari pengobatan, pemberian vaksinasi, hingga pemeriksaan kebuntingan secara gratis. Langkah ini diambil menyusul pemantauan pada Rabu (29/4) yang menunjukkan kasus gangguan kesehatan hewan akibat PMK di beberapa daerah masih cukup tinggi, memicu kekhawatiran akan ketersediaan dan pemenuhan kebutuhan hewan kurban.
Kondisi di Daerah: Blora dan Pati Siaga
Di Kabupaten Blora, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, Rasmiyana, mengonfirmasi masih terdapat puluhan kasus aktif. “Hingga saat ini, masih tercatat ada 30 kasus PMK pada ternak di daerah ini. Kami berusaha menanggulangi dengan pemberian vaksinasi dan vitamin,” ujar Rasmiyana. Ia menambahkan bahwa kewaspadaan ditingkatkan seiring dengan naiknya permintaan sapi, kerbau, dan kambing menjelang Idul Adha.
Langkah serupa diambil oleh Pemerintah Kabupaten Pati. Kepala Bidang Peternakan Kabupaten Pati, Andi Hirawadi, menyatakan pihaknya telah menyalurkan sedikitnya 10 ribu dosis vaksinasi untuk menekan angka kasus. Langkah preventif ini berkaca pada pengalaman wabah PMK yang sempat meluas pada tahun 2025 lalu.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan program “Healing” tidak hanya mengantisipasi penyakit, tetapi juga menjaga kontribusi provinsi terhadap ketahanan pangan nasional. Dengan populasi ternak mencapai 6,3 juta ekor, Jawa Tengah merupakan pemasok utama daging, telur, dan susu di tingkat nasional.
“Kita melakukan pengecekan karena sebentar lagi Idul Adha. Kami tidak ingin ditemukan penyakit-penyakit ternak yang dapat merugikan peternak maupun konsumen,” tegas Ahmad Luthfi.
Secara perhitungan, stok hewan ternak di Jawa Tengah saat ini dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan kurban di 35 kabupaten/kota. Pemerintah optimistis produksi ternak tetap stabil dan kualitas hewan kurban yang sampai ke tangan masyarakat terjamin kesehatannya melalui layanan kesehatan hewan keliling ini.
