Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), melaporkan lonjakan drastis volume sampah selama musim pemberangkatan jemaah calon haji. Sampah yang dihasilkan dari para pengantar di kawasan Asrama Haji Embarkasi Lombok disebut mencapai satu ton per hari.

Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengungkapkan peningkatan signifikan ini. “Selama musim keberangkatan jemaah calon haji, volume sampah di titik tersebut dilaporkan meningkat, bahkan mencapai satu ton dalam sehari,” kata Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Minggu.

Upaya DLH Mataram Atasi Lonjakan Sampah

Untuk mengatasi tumpukan sampah yang setara dengan setengah kapasitas truk sampah ini, DLH Kota Mataram telah menyiagakan belasan personel secara berlapis di lokasi. Sebanyak 11 petugas kebersihan ditempatkan di Asrama Haji, bekerja dengan sistem sif, serta mendapat bantuan tenaga tambahan dari Kecamatan Sekarbela.

Nizar Denny Cahyadi menjelaskan bahwa pembersihan dilakukan secara masif melalui skema gotong royong yang melibatkan staf internal DLH dan pihak kecamatan. Upaya ini bertujuan untuk memastikan kebersihan kota tetap terjaga, meskipun terjadi konsentrasi massa yang besar di Jalan Lingkar Selatan.

DLH juga menerapkan jadwal pengangkutan sampah yang lebih intensif, yakni tiga kali sehari pada pagi, siang, dan malam hari, berbeda dengan hari-hari biasa. Selain itu, 11 petugas penyisiran atau penyapu juga disiagakan di lokasi.

Puncak Produksi Sampah dan Solusi Inovatif

Evaluasi petugas di lapangan menunjukkan bahwa produksi sampah mencapai puncaknya pada malam hari. Kondisi ini disebabkan oleh banyaknya pengantar yang memilih datang atau bertahan di sekitar kawasan saat suhu udara lebih sejuk.

Untuk meminimalkan sampah yang berserakan, DLH telah menyiapkan infrastruktur kebersihan di titik-titik strategis dengan menyebar bak sampah di beberapa sudut. Selain itu, DLH juga menyasar para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang jalan depan asrama haji dengan membagikan kantong plastik khusus.

“PKL tinggal memasukkan sampah dagangannya ke plastik yang kami bagi, kemudian petugas kami yang mengangkut. Jadi, tidak ada lagi alasan sampah berserakan, karena tidak ada wadah,” tegas Nizar Denny Cahyadi.

DLH berharap para pengantar jemaah calon haji dapat kooperatif dan berpartisipasi menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada wadah yang sudah disiapkan demi kenyamanan bersama di sekitar asrama haji.