Video yang menampilkan perseteruan sengit antara seorang ibu tiri dan anak tiri di dapur serta kebun sawit di Kolaka, Sulawesi Tenggara, kembali viral di media sosial pada pertengahan April 2026. Rekaman yang menunjukkan dugaan kekerasan fisik dan verbal ini memicu gelombang kemarahan publik, serta desakan kuat agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus tersebut.
Video berdurasi singkat tersebut memperlihatkan adegan cekcok yang intens, di mana seorang wanita dewasa yang diidentifikasi sebagai ibu tiri, terlibat adu mulut dan fisik dengan anak tirinya. Lokasi kejadian yang terekam tidak hanya di dalam rumah, tepatnya di area dapur, tetapi juga berlanjut hingga ke area kebun sawit, menambah dramatisasi konflik domestik yang terekspos ke publik.
Kronologi dan Latar Belakang Konflik
Insiden ini bukanlah kali pertama video serupa mencuat ke permukaan. Berdasarkan penelusuran, rekaman ini diduga merupakan bagian dari konflik keluarga yang telah berlangsung lama, dengan dugaan pemicu utama adalah sengketa harta warisan atau kepemilikan lahan kebun sawit. Konflik internal yang tidak terselesaikan ini kemudian berujung pada tindakan kekerasan yang terekam dan tersebar luas.
Pihak kepolisian setempat, Polres Kolaka, sebelumnya telah menerima laporan terkait kasus ini saat pertama kali viral. Namun, dengan kembali mencuatnya video tersebut, perhatian publik kembali tertuju pada sejauh mana penanganan kasus ini telah berjalan dan apakah ada perkembangan signifikan dalam proses hukumnya.
Reaksi Publik dan Desakan Aparat
Berbagai platform media sosial dibanjiri komentar kecaman dari warganet yang mengekspresikan keprihatinan mendalam terhadap korban, yang diduga adalah anak tiri. Banyak pihak menuntut agar pelaku kekerasan segera ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Tagar-tagar terkait keadilan bagi korban dan penegakan hukum terhadap kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pun ramai diperbincangkan.
Pengamat hukum dan aktivis perlindungan anak turut menyuarakan pentingnya respons cepat dari pihak berwenang. Mereka menekankan bahwa kasus KDRT, terutama yang melibatkan anak, harus ditangani secara serius untuk mencegah dampak psikologis jangka panjang pada korban dan memberikan efek jera bagi pelaku. “Setiap bentuk kekerasan, apalagi yang terekam jelas seperti ini, harus diusut tuntas. Ini bukan hanya masalah keluarga, tapi juga pelanggaran hukum yang serius,” ujar seorang aktivis perlindungan anak yang enggan disebutkan namanya.
Langkah Hukum yang Diharapkan
Masyarakat berharap agar kepolisian dapat segera memperbarui informasi mengenai status penyelidikan kasus ini. Penegakan hukum yang transparan dan adil dianggap krusial untuk mengembalikan kepercayaan publik dan memastikan bahwa tidak ada kekerasan yang dibiarkan tanpa konsekuensi. Pihak berwenang diharapkan dapat memberikan perlindungan maksimal kepada korban serta memproses hukum pelaku sesuai dengan undang-undang yang berlaku terkait KDRT dan perlindungan anak.
