Awal MotoGP 2026 menyajikan dinamika mengejutkan dengan dominasi Aprilia Racing yang mencolok, sementara tim pabrikan Ducati Corse justru belum menunjukkan performa terbaiknya seperti musim-musim sebelumnya. Manajer Ducati, Davide Tardozzi, secara terbuka mengakui keunggulan rivalnya tersebut.
Aprilia Mendominasi Tiga Seri Pembuka
Tim asal Noale itu berhasil mengunci kemenangan beruntun dalam tiga seri pembuka MotoGP 2026. Performa gemilang Marco Bezzecchi menjadi motor utama kesuksesan Aprilia, ditopang konsistensi Jorge Martin yang kerap finis di barisan depan, menambah tekanan bagi tim-tim pesaing.
Ducati Terseok, Tardozzi Akui Peningkatan Aprilia
Sebaliknya, Ducati masih terseok-seok di awal musim ini. Duet andalan mereka, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, belum mampu berbicara banyak dan meraih hasil maksimal. Davide Tardozzi tidak menampik kondisi tersebut, mengakui bahwa Aprilia kini berada selangkah lebih maju berkat peningkatan performa yang signifikan.
“Kalau melihat perbandingan data musim lalu dengan sekarang, peningkatan Aprilia sangat signifikan. Mereka mampu memangkas waktu cukup besar, jauh lebih cepat dibandingkan perkembangan yang kami miliki,” jelas Tardozzi, menyoroti kemajuan pesat Aprilia.
Pernyataan Tardozzi ini mengindikasikan bahwa Ducati harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan dan kembali ke performa puncaknya di sisa musim MotoGP 2026.
