Aktor Ammar Zoni kembali dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Super Maximum Security Karang Anyar, Nusakambangan, Jawa Tengah. Pemindahan ini terjadi pada Jumat (8/5) malam, memicu kekhawatiran dari pihak keluarga.

Aditya Zoni, adik Ammar Zoni, mengungkapkan kondisi kakaknya saat harus kembali ke pulau penjara tersebut. Menurut Aditya, Ammar terlihat pasrah namun tidak bisa menyembunyikan rasa takutnya.

“Dia sudah pasrah kelihatan dari kemarin juga, tapi tetap dia ada ketakutan juga,” kata Aditya Zoni di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Rabu (13/5).

Aditya menambahkan bahwa kakaknya mengalami trauma mendalam setiap kali harus kembali ke Nusakambangan. Ammar Zoni, yang sebelumnya juga pernah mendekam di sana, merasa sangat tersiksa dengan kondisi di lapas tersebut.

“Karena dia selalu bilang sama saya, dia trauma masih setiap dibawa ke Nusakambangan karena dia hanya pemakai,” jelas Aditya Zoni.

Ammar Zoni juga sempat menceritakan penderitaan yang dialaminya selama berada di Nusakambangan. Kondisi yang serba terbatas dan tidak nyaman menjadi penyebab utama traumanya.

“Dia cerita semuanya tentang bagaimana di sana. Dia tidurnya enggak nyaman, kakinya ditekuk. Terus dia bilang ‘bisa lumpuh gue lama-lama di sini’. Terus keluar untuk melihat matahari saja cuma dua kali satu minggu. Jadi dia sangat tersiksa di situ, dia merasa trauma untuk ke situ,” sambung Aditya, menirukan ucapan kakaknya.

Pemindahan Ammar Zoni ke Nusakambangan ini merupakan kali kedua baginya, setelah sebelumnya juga pernah menjalani masa tahanan di lokasi yang sama. Trauma tersebut diperparah dengan statusnya sebagai pengguna narkoba, bukan pengedar.