Angka transaksi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PT PLN (Persero) di wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulselrabar) melonjak tajam hingga 208 persen selama periode Idulfitri 1447 Hijriah. Peningkatan signifikan ini menandakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap ekosistem kendaraan listrik di kawasan timur Indonesia.
Data dari PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulselrabar mencatat, total 2.701 transaksi SPKLU terjadi pada momen Idulfitri tahun ini, dengan nilai mencapai Rp194.810.875. Angka ini jauh melampaui periode Idulfitri 1446 H yang hanya mencatat 875 transaksi senilai Rp63.135.672.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Ahmad Amirul Syarif, di Makassar, menyatakan, “Peningkatan ini menunjukkan antusiasme masyarakat menggunakan kendaraan listrik, khususnya pada momen mudik Lebaran. Ini juga indikator bahwa kepercayaan terhadap kesiapan infrastruktur SPKLU yang kami sediakan semakin meningkat.”
PLN memastikan seluruh infrastruktur SPKLU beroperasi secara optimal, aman, dan andal demi mendukung kelancaran mobilitas, termasuk perjalanan jarak jauh. Hingga 1 April 2026, PLN telah mengoperasikan 74 unit SPKLU yang tersebar di 54 lokasi di tiga provinsi tersebut.
Amirul menambahkan bahwa PLN akan terus melakukan penambahan infrastruktur secara bertahap untuk memastikan kemudahan akses pengisian daya. Ia menegaskan, “Pengguna kendaraan listrik tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan layanan.”
Secara nasional, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut menyoroti peningkatan transaksi SPKLU ini sebagai indikasi perkembangan pesat penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Bahlil menegaskan, “Tidak akan mungkin mobil listrik itu banyak kalau infrastruktur SPKLU-nya tidak kita bangun.”
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, strategi pengembangan SPKLU yang meliputi kuantitas, teknologi, dan integrasi layanan digital telah berhasil mendorong kepercayaan masyarakat. PLN bersama para mitra telah menyediakan 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik di seluruh Indonesia, dengan rata-rata jarak antar-SPKLU sekitar 22 kilometer.
PLN juga menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di titik-titik strategis dan telah meningkatkan sejumlah SPKLU dari standard charging menjadi fast charging hingga ultra fast charging. Layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile, seperti fitur Trip Planner dan AntreEV, turut memanjakan pengguna kendaraan listrik.
