Bupati Morowali Utara (Morut), Delis J Hehi, menegaskan pentingnya kebersihan dapur sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penekanan ini disampaikan Delis di Kolonodale, Morut, pada Senin (6/4/2026).
“Kualitas layanan gizi tidak hanya ditentukan oleh makanan, tetapi juga standar kebersihan dan manajemen dapur sebagai titik awal keamanan pangan,” ujar Delis J Hehi. Ia menambahkan bahwa kualitas gizi berawal dari dapur yang bersih dan tertata.
Delis meminta pengelola SPPG untuk konsisten menjaga hal-hal teknis tersebut demi kualitas pangan yang disajikan kepada siswa-siswi penerima MBG. Selain itu, variasi menu makanan juga menjadi perhatian agar anak-anak tidak jenuh dan tetap lahap makan.
“Saya berharap SPPG mengedepankan kualitas menu makanan. Sajikan menu yang terbaik kepada anak-anak, ini sangat mempengaruhi nafsu makan mereka supaya anak-anak Morowali Utara tumbuh dan sehat,” tegasnya.
Menurut Delis, SPPG memiliki peran strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini. Layanan MBG tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Secara nasional, SPPG diposisikan sebagai garda terdepan dalam implementasi program MBG. Kualitas operasional di tingkat layanan, termasuk standar kebersihan, tata kelola, dan konsistensi distribusi, menjadi faktor penting yang mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.
Pemerintah daerah (pemda) juga memiliki peran krusial dalam melakukan pengawasan lapangan. “Kami konsisten untuk memastikan keamanan pangan, kehigienisan dapur dan alur kerja SPPG yang teratur demi kelancaran program pemerintah pusat,” pungkas Delis.
