Iran dilaporkan mengabaikan usulan gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan Amerika Serikat, di tengah eskalasi konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah. Teheran memilih untuk merespons “di lapangan” dengan melanjutkan serangan intensitas tinggi, alih-alih memberikan jawaban tertulis.

Usulan gencatan senjata tersebut diajukan oleh Washington pada 2 April 2026 melalui salah satu negara sahabat. Informasi ini diungkapkan oleh Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, pada Jumat (3/4/2026), mengutip sejumlah sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Menurut sumber yang sama, inisiatif gencatan senjata dari Amerika Serikat muncul setelah meningkatnya ketegangan dan tantangan signifikan yang dihadapi pasukan AS yang ditempatkan di kawasan tersebut.

Namun, Iran tidak memberikan respons formal atau tertulis terhadap pengajuan tersebut. Sebaliknya, Teheran menunjukkan penolakannya melalui tindakan nyata di medan perang, yang mengindikasikan bahwa konflik kemungkinan akan terus berlanjut.