Angkatan bersenjata Iran melancarkan serangkaian serangan terhadap target di Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat (AS) yang berlokasi di Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Kuwait pada Rabu (1/4).

Juru bicara markas pusat Khatam Al-Anbiya dari komando militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengonfirmasi operasi tersebut. “Dalam gelombang ke-89 operasi tersebut … serangan rudal dan UAV dilakukan terhadap wilayah Eilat, Tel Aviv, dan Bnei Brak,” ujar Zolfaghari.

Zolfaghari menambahkan bahwa serangan juga menyasar lokasi yang menampung personel militer AS di Bahrain. Akibat serangan ini, sekitar 80 orang dilaporkan terdampak, dengan sebagian besar di antaranya tewas atau terluka.

Tidak hanya itu, pasukan Iran juga menyerang kelompok helikopter Angkatan Darat AS di pangkalan Al-Adiri, Kuwait. Satu helikopter dilaporkan hancur total, sementara beberapa lainnya mengalami kerusakan serius.

Di wilayah UEA, dua sistem radar peringatan dini milik AS yang ditempatkan di wilayah maritim dan di pulau-pulau milik negara tersebut turut menjadi sasaran dan berhasil dihancurkan.

“Sejak pagi hari, tentara Iran telah menyerang konsentrasi pesawat pengisian bahan bakar udara milik AS yang ditempatkan di Bandara Ben Gurion menggunakan UAV serang dan menargetkan stasiun radar yang digunakan untuk mendeteksi dan mencegat rudal dan drone,” jelas Zolfaghari lebih lanjut.

Serangan ini merupakan balasan atas insiden pada 28 Februari sebelumnya, di mana Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan menimbulkan korban sipil, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.