Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, memastikan program revitalisasi penerangan jalan umum (PJU) merupakan langkah efisiensi jangka panjang yang signifikan bagi daerah. Melalui program ini, Pemkab Buol menargetkan peningkatan jumlah titik PJU sekaligus penghematan biaya operasional.

Bupati Buol Risharyudi Triwibowo menjelaskan, revitalisasi ini mencakup 2.500 titik PJU yang akan dipasang secara bertahap mulai anggaran 2026 hingga 2028. Angka ini meningkat drastis dibandingkan kondisi sebelumnya.

Penghematan Biaya Listrik Hingga Rp2 Miliar

“Jadi sebelumnya pemerintah daerah harus menanggung biaya listrik sekitar Rp3,2 miliar per tahun hanya untuk 700 titik lampu tetapi dengan revitalisasi ini jumlah lampu jadi meningkat signifikan menjadi 2.500 titik dengan biaya listriknya sekitar Rp1,2 miliar per tahun,” kata Risharyudi saat dihubungi di Buol, Kamis (26/3/2026).

Pernyataan Bupati Risharyudi tersebut menunjukkan potensi penghematan biaya listrik hingga Rp2 miliar per tahun setelah program revitalisasi ini berjalan penuh. Sistem pembayaran program ini akan menggunakan skema utang dan mulai dibayarkan pada triwulan III atau Agustus 2026.

Pemasangan lampu-lampu PJU jenis LED yang dikenal lebih hemat energi ini tidak hanya akan menyasar kawasan perkotaan, tetapi juga akan menjangkau wilayah pedesaan. Namun, untuk tahap pertama, kawasan kota menjadi prioritas utama dalam pemasangan penerangan jalan umum tersebut.

Saat ini, pihak ketiga yang ditunjuk untuk melaksanakan proyek ini sudah mulai melakukan pengecekan titik-titik lokasi pemasangan lampu. Hal ini menandai dimulainya implementasi program Buol Terang yang diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.