Sebuah ledakan petasan hebat mengguncang Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, pada Senin (23/3). Insiden tragis ini mengakibatkan dua remaja mengalami luka berat hingga putus lengan dan satu lainnya luka ringan.

Dua Remaja Alami Luka Berat, Satu Luka Ringan

Korban luka berat diidentifikasi sebagai Muhammad SAI (14) dan MMS (17). Keduanya mengalami kondisi kritis dengan luka parah berupa putusnya lengan kiri, luka robek pada tangan dan kaki, serta luka bakar di bagian wajah. Sementara itu, korban berinisial MAA (14) dilaporkan hanya mengalami luka ringan pada bagian kaki dan punggung akibat hantaman serpihan material petasan.

Peristiwa nahas ini terjadi menjelang sore hari di sebuah kebun pisang di ujung kampung. Suara ledakan yang dihasilkan tidak hanya mengejutkan warga sekitar, namun juga memicu kepanikan luar biasa karena dampak kerusakan fisik yang dialami para korban.

Kesaksian Warga dan Penanganan Medis

Saifullah, seorang warga setempat yang ikut mengevakuasi korban, menceritakan kepanikan yang terjadi. “Kami mendengar suara ledakan sangat keras. Ketika bersama warga mendatangi sumber ledakan, didapati tiga korban sudah tergeletak dengan luka cukup berat hingga dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya.

Saat ini, kedua korban yang mengalami luka parah harus menjalani rawat inap di rumah sakit untuk penanganan medis serius.

Polisi Selidiki Lokasi dan Sita Barang Bukti

Kepala Polsek Pekalongan Selatan, Komisaris Aries Tri Hartanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan personel untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna menyelidiki penyebab pasti ledakan tersebut. Berdasarkan pemeriksaan sementara, peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

Di lokasi kejadian, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan adanya aktivitas perakitan petasan ilegal, termasuk puluhan selongsong petasan. Komisaris Aries menambahkan, suara ledakan petasan tersebut terdengar hingga ke pemukiman penduduk yang cukup jauh, menandakan besarnya daya ledak dari mercon yang dimainkan para remaja tersebut.

Imbauan Bahaya Mercon dari Kepolisian

Pihak kepolisian masih meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian untuk proses penanganan lebih lanjut. Komisaris Aries Tri Hartanto kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya petasan.

“Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut. Kami mengimbau keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak merakit, menjual, atau bermain mercon karena dampaknya sangat berbahaya dan bisa merusak masa depan,” tutup Aries.

Insiden ini menjadi pengingat serius akan bahaya petasan, terutama menjelang momen-momen perayaan yang kerap diwarnai penggunaan bahan peledak ilegal tersebut.