Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM) akan memanggil 14 orang lagi untuk dimintai keterangan terkait penyelidikan isu sabotase stabilitas nasional. Penyelidikan ini disebut melibatkan individu berpengaruh dan media asing.

Inspektur Jenderal Polisi Datuk Seri Mohd Khalid Ismail menyatakan bahwa daftar individu yang bersangkutan telah diselesaikan. Hingga Kamis, 19 Maret 2026, sebanyak 14 orang telah memberikan keterangan. Polisi kini sedang meneliti keterangan tersebut dan melanjutkan penyelidikan.

Penyelidikan Lanjutan Kasus Sabotase

“Masih ada 14 orang lagi yang keterangannya akan kami ambil dan insyaallah, jika semuanya selesai, kami akan mengirimkannya ke Jaksa Agung,” kata Khalid dalam konferensi pers di markas polisi Bukit Aman, Kuala Lumpur, Kamis, sebagaimana dilaporkan BERNAMA.

Khalid menolak untuk menyebutkan nama-nama individu yang akan diperiksa oleh kepolisian dalam kasus ini.

Investigasi Portal Berita Internasional

Dalam perkembangan terpisah, Mohd Khalid juga mengumumkan bahwa PDRM telah memulai penyelidikan terhadap sebuah portal berita internasional. Penyelidikan ini berkaitan dengan artikel yang membahas kepemilikan saham Ketua Komisi Antikorupsi Malaysia, Tan Sri Azam Baki, serta isu manipulasi perusahaan.

Tim investigasi telah mengunjungi kantor portal tersebut yang berlokasi di Menara Petronas untuk bertemu dengan beberapa staf guna keperluan dokumentasi awal. Namun, penyelidikan menemukan bahwa individu-individu utama yang terkait langsung dengan penulisan artikel tersebut berdomisili di luar negeri.

“Untuk tindakan selanjutnya, kami akan bekerja melalui G2G (pemerintah-ke-pemerintah) atau antar-lembaga untuk mendapatkan kerja sama dari pihak-pihak terkait,” jelas Khalid.