Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengerahkan sebanyak 90 personel untuk mengamankan pelaksanaan pawai takbiran menyambut 1 Syawal 1447 Hijriah/2026. Pengamanan ini akan tersebar di enam kecamatan se-Kota Mataram guna memastikan kelancaran acara dan menjaga ketertiban umum.

Kepala Satpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi menyatakan langkah ini diambil di tengah antusiasme masyarakat yang tinggi. “Langkah itu kami diambil guna memastikan kelancaran acara dan menjaga ketertiban umum di tengah antusiasme masyarakat yang tinggi,” kata Irwan di Mataram, Kamis (19/3/2026).

Menurut Irwan, seluruh pelaksanaan hari raya di tahun 2026, termasuk Idulfitri dan Nyepi, merujuk pada Surat Edaran Wali Kota Mataram Nomor 100 Tahun 2026. Untuk menjamin pelaksanaan berjalan lancar dan aman, pihaknya telah melakukan pemetaan lokasi dan jumlah peserta. Pihak keamanan telah mengidentifikasi beberapa wilayah yang diprediksi akan mengalami kepadatan tinggi dan kendala lalu lintas.

Beberapa wilayah yang diidentifikasi memiliki potensi kepadatan peserta paling banyak adalah Kecamatan Cakranegara dan Selaparang, khususnya daerah Dasan Agung dan Rembiga. Untuk mengantisipasi hal tersebut, 90 personel Satpol PP tidak hanya akan melakukan patroli keliling, tetapi juga disiagakan secara menetap di enam titik pos pengamanan pawai takbiran yang telah ditentukan.

Salah satu poin krusial dalam aturan pawai takbiran sesuai edaran Wali Kota Mataram adalah larangan penggunaan petasan. Penggunaan petasan dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat. “Kami sudah koordinasi dengan pihak panitia, agar seluruh peserta bisa mengindahkan poin tersebut,” tegas Irwan.

Apabila ada peserta yang melanggar aturan tersebut, panitia memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi, salah satunya sanksi diskualifikasi. Oleh karena itu, Satpol PP juga akan mengimbau dan mengawasi jalannya pawai dari titik keberangkatan hingga pulang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami berharap seluruh masyarakat dapat bekerja sama menjaga kondusivitas selama malam takbiran agar perayaan kemenangan ini berjalan khidmat dan aman,” ujar Irwan. Ia menambahkan, dengan keterbatasan personel, pihaknya meminta partisipasi panitia, aparat lingkungan, serta masyarakat untuk melapor ketika ada indikasi aktivitas peserta pawai atau penonton yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.