Kepadatan arus kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, mulai berangsur terurai. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Korlantas Polri dan PT ASDP Indonesia Ferry mengerahkan hingga 55 kapal serta mengoptimalkan area penyangga (buffer zone) untuk mengatasi antrean panjang kendaraan.
Langkah kolaboratif ini diambil menyusul antrean kendaraan mudik Lebaran 2026 yang sempat mengular hingga puluhan kilometer di pintu masuk pelabuhan penyeberangan Bali menuju Jawa tersebut.
Strategi Penanganan Kepadatan Arus
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menjelaskan bahwa berbagai upaya strategis telah diterapkan untuk menangani lonjakan kendaraan. “Upaya tersebut antara lain penambahan jumlah armada menjadi 55 unit, optimalisasi buffer zone, serta penerapan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) guna mempercepat proses pelayanan penyeberangan,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Rabu (18/3).
Aan menambahkan, jika masih ada kendaraan yang belum terangkut saat Hari Raya Nyepi, kendaraan kecil dan bus akan diprioritaskan untuk menyeberang karena membawa jumlah penumpang yang lebih banyak. Sementara itu, kendaraan besar yang tertahan akan diarahkan ke buffer zone.
Untuk kendaraan logistik, pengemudi akan diberangkatkan terlebih dahulu ke Banyuwangi sambil menunggu selesainya perayaan Nyepi. Selama masa tunggu, PT ASDP Indonesia Ferry juga menyiapkan akomodasi bagi para pengemudi, sebelum nantinya mereka dikembalikan kembali ke Gilimanuk tanpa dikenakan biaya tambahan.
Antrean Berkurang Signifikan
Penerapan berbagai langkah tersebut terbukti mampu mengurangi tingkat kepadatan. “Jika sebelumnya antrean kendaraan mencapai lebih dari 20 kilometer, kini telah berkurang menjadi sekitar 8 kilometer,” ucap Aan Suhanan.
Kementerian Perhubungan juga mengimbau para pengusaha angkutan logistik untuk mematuhi Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pembatasan operasional kendaraan barang dengan sumbu tiga ke atas. Pasalnya, masih banyaknya truk logistik yang beroperasi selama periode angkutan Lebaran turut memperparah kepadatan di sekitar pelabuhan.
Sebelumnya, pemerintah telah memprediksi adanya lonjakan besar kendaraan menjelang Hari Raya Nyepi dan mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Gilimanuk. Sejumlah strategi, seperti penerapan sistem TBB, penambahan kapal, serta pengaturan lalu lintas, telah disiapkan. Namun, kepadatan ekstrem tetap terjadi akibat tingginya volume kendaraan yang datang secara bersamaan, ditambah keterbatasan jumlah dermaga kapal penyeberangan.
