JEMBER – UPTD Puskesmas Semboro, Kabupaten Jember, kembali mengintensifkan kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak pada Selasa, 17 Maret 2026. Langkah agresif ini diambil sebagai respons terhadap Surat Edaran Dirjen P2P Kementerian Kesehatan RI untuk menekan angka Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak yang telah terdeteksi di Kabupaten Jember sejak awal tahun 2026.
Fokus pelaksanaan ORI hari ini menyasar empat desa utama di wilayah Kecamatan Semboro, meliputi Desa Semboro, Sidomekar, Rejoagung, dan Sidomulyo. Pantauan di lapangan menunjukkan sinergi kuat antara petugas kesehatan dengan pimpinan wilayah, termasuk Kepala Desa setempat serta personel TNI dari Koramil dan Polri dari Polsek Semboro yang aktif mendampingi.
Sinergi Lintas Sektor Kunci Keberhasilan
Kehadiran unsur pimpinan wilayah ini dinilai krusial dalam membangun rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan vaksin MR (Measles Rubella). Kepala UPTD Puskesmas Semboro menjelaskan bahwa dukungan dari jajaran muspika sangat membantu dalam memobilisasi sasaran, terutama bagi warga yang masih ragu untuk mengimunisasikan anaknya.
“Sinergi hari ini sangat luar biasa. Dukungan dari Bapak Kades, Ibu PKK, serta jajaran TNI-Polri membuktikan bahwa urusan kesehatan anak adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Kepala UPTD Puskesmas Semboro saat meninjau lokasi di Desa Sidomekar.
Pentingnya Imunisasi ORI Campak
Imunisasi ORI Campak memiliki peran vital dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular ini. Beberapa poin pentingnya meliputi:
- Mencegah komplikasi serius akibat virus campak, seperti radang paru, diare, dehidrasi, dan radang otak.
- Membangun kekebalan kelompok (herd immunity) di wilayah berisiko tinggi.
- Memutus rantai penularan KLB Campak yang muncul di awal tahun 2026.
Target 95 Persen Cakupan dan Strategi Jemput Bola
Langkah percepatan imunisasi ini diambil menyusul tren penurunan cakupan imunisasi rutin di Jawa Timur selama beberapa tahun terakhir. Data menunjukkan, pada tahun 2025, capaian imunisasi di beberapa wilayah sempat menurun, yang berakibat pada terbentuknya kesenjangan kekebalan (immunity gap) di populasi.
Pihak Puskesmas Semboro optimis, dengan bantuan pengamanan dan sosialisasi dari TNI-Polri, target 95 persen sasaran dapat tercapai dalam periode Maret hingga April ini. Selain di balai desa, petugas juga menyiapkan skema jemput bola (door to door) untuk memastikan tidak ada balita yang terlewatkan dari perlindungan vaksin.
Masyarakat diimbau untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika menemukan anak dengan gejala demam tinggi disertai ruam kemerahan. Penanganan cepat sangat diperlukan guna mencegah penularan yang lebih luas dan komplikasi serius.
