Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memperkuat aspek keselamatan transportasi moda darat menjelang periode Angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan mudik maupun balik bagi masyarakat.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sarana, prasarana, dan regulasi. Namun, juga sangat bergantung pada pemahaman masyarakat terhadap pentingnya keselamatan.
“Untuk menjamin keselamatan, kami dengan seluruh stakeholder, melakukan persiapan-persiapan dari jauh-jauh hari agar pengelolaan angkutan Lebaran berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya,” kata Aan di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Aan menilai kolaborasi berbagai pihak, termasuk peran media massa, menjadi faktor penting dalam menyebarluaskan informasi keselamatan yang akurat dan mudah dipahami masyarakat. Menurutnya, media merupakan salah satu kunci sukses pengelolaan angkutan Lebaran karena perannya dalam menyebarkan informasi dan regulasi pemerintah.
“Misalnya terkadang ada informasi hoaks di masyarakat, peran media dapat menyampaikan informasi yang sebenarnya dan faktual,” jelasnya.
Penyampaian pesan keselamatan oleh media juga krusial mengingat tingginya pergerakan masyarakat selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran, yang diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Melalui penyebaran informasi ini, pemerintah berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman.
“Tahun ini kemungkinan jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik ini bisa lebih tinggi dari prediksi yang sudah kami buat,” ujar Aan.
Inspeksi Kelaikan Kendaraan dan Imbauan untuk Pemudik
Sebagai bagian dari persiapan Angkutan Lebaran 2026, Ditjen Perhubungan Darat telah melaksanakan inspeksi keselamatan atau rampcheck terhadap puluhan ribu bus. Inspeksi ini bertujuan untuk memastikan angkutan yang beroperasi telah memenuhi aspek kelaikan jalan.
Aan mengungkapkan, dari 40 ribu bus yang telah di-ramp check, sebanyak 5.000 di antaranya dinyatakan tidak laik jalan. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan angkutan yang tidak memenuhi standar keselamatan.
“Jadi jangan gunakan angkutan yang tidak laik jalan, bapak dan ibu bisa mengecek status kelaikan kendaraan atau bus melalui aplikasi Mitra Darat,” tambah Aan.
Selain itu, Aan turut mengingatkan calon pemudik untuk memastikan kondisi fisik dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan serta mematuhi aturan keselamatan yang berlaku. Bagi pengguna sepeda motor, ia menegaskan pentingnya mematuhi ketentuan keselamatan, terutama tidak membawa penumpang melebihi kapasitas kendaraan.
“Survei memprediksi ada sekitar 20 juta pemudik menggunakan sepeda motor, ini penting bagi pengguna sepeda motor tidak boleh memaksakan kapasitas, cukup dua orang saja, satu pengemudi dan satu penumpang,” tegas Aan.
Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, Aan mengimbau agar senantiasa memeriksa kondisi kendaraan dan kesehatannya sebelum memulai perjalanan.
