Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima mencatat sebanyak 6.532 jiwa di 10 kelurahan terdampak krisis air bersih. Kondisi kekurangan air ini telah berlangsung sejak Januari 2026 dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bima, Nazamuddin, mengungkapkan data tersebut pada Kamis (12/3/2026). “Ada 10 kelurahan yang dilaporkan terdampak kekurangan air dengan jumlah jiwa sebanyak 6.532,” jelas Nazamuddin, mewakili Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bima, A Faruk.
Sepuluh kelurahan yang terdampak krisis air bersih tersebut meliputi:
- Kelurahan Tanjung: 92 jiwa
- Kelurahan Paruga: 1.217 jiwa
- Kelurahan Dara: 2.855 jiwa
- Kelurahan Pane: 720 jiwa
- Kelurahan Sambina’e: 390 jiwa
- Kelurahan Panggi: 78 jiwa
- Kelurahan Manggemaci: 426 jiwa
- Kelurahan Monggonao: 74 jiwa
- Kelurahan Rontu: 50 jiwa
- Kelurahan Melayu: 240 jiwa
Nazamuddin, yang akrab disapa Bang Krisna, menambahkan bahwa jumlah jiwa terdampak pada awal tahun ini sebenarnya telah berkurang. Namun, ia memperingatkan bahwa puncak krisis diperkirakan terjadi saat memasuki musim kemarau. “Puncaknya nanti ketika mamasuki musim kemarau, wilayah terdampak bisa mencapai 13 kelurahan,” ujarnya.
Krisis air bersih ini menyebabkan masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, minum, hingga mencuci. Terlebih lagi, di beberapa wilayah pesisir, kualitas air sangat memprihatinkan.
“Kalau di wilayah pesisir seperti Kelurahan Dara, Tanjung dan Melayu sebenarnya kualitas air tidak layak dikonsumsi. Karena airnya payau, dan hanya bisa digunakan untuk kebutuhan mencuci dan mandi,” terang Nazamuddin.
Pemerintah Kota Bima telah mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini dengan membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) air bersih. UPTD ini diharapkan dapat memperluas jaringan air dan memperbaiki mesin pompa air yang ada. “Kami berharap, dengan adanya program ini dapat menuntaskan persoalan air di Kota Bima,” kata Nazamuddin.
Selain pembentukan UPTD, BPBD Kota Bima juga secara rutin mendistribusikan air bersih ke kelurahan-kelurahan yang terdampak. Upaya distribusi ini turut dibantu oleh Dinas Sosial, Bagian Umum Setda Kota Bima, Polres Bima Kota, dan Bank NTB. “Distribusi air bersih ini gratis. Khusus BPBD ada dua armada dikerahkan untuk penyaluran air bersih di tiap-tiap kelurahan,” pungkasnya.
