PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Palu, Sulawesi Tengah, mengerahkan dua kapal penumpang untuk melayani Angkutan Lebaran 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang yang akan melakukan perjalanan mudik dan balik.

Kepala PT Pelni Cabang Palu, Christian Moreys Nainggolan, menyatakan bahwa masa angkutan laut Lebaran 2026 dimulai pada H-15 atau 6 Maret hingga H+15 atau 6 April 2026.

Dua Kapal Disiapkan dengan Kapasitas Besar

“Untuk itu, kami mengoperasikan dua kapal untuk melayani masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan balik Lebaran 2026,” kata Christian Moreys Nainggolan di Palu, Kamis (12/3/2026).

Dua kapal yang dioperasikan adalah KM Lambelu dan KM Dorolonda. Masing-masing kapal memiliki kapasitas angkut penumpang sekitar 2.000 orang. Persiapan menyeluruh telah dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional.

Nainggolan menambahkan, “Docking kedua kapal telah dilakukan untuk memastikan kesiapan dan kelancaran angkutan laut Lebaran 2026.”

Pengecekan Kelaikan dan Ketersediaan Fasilitas

Selain docking, Pelni Palu juga telah melaksanakan ‘ramp check’ bersama pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan kelaikan kapal untuk melaut, meliputi aspek teknis, keselamatan, dan administrasi.

Pihak Pelni juga melakukan pengawasan ketat terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) serta memastikan seluruh alat keselamatan tersedia dan siap digunakan saat keadaan darurat. “Untuk kesiapan armada, kami memastikan seluruh kapal layak laut dan layak operasi,” tegasnya.

Pembelian Tiket dan Imbauan Resmi

Pelni Palu telah membuka pembelian tiket Lebaran 2026 melalui aplikasi mobile maupun loket manual. Hingga awal periode angkutan Lebaran, tercatat lebih dari 1.000 penumpang telah membeli tiket untuk arus mudik.

Masyarakat diimbau untuk membeli tiket melalui kanal resmi perusahaan, baik aplikasi Pelni Mobile maupun loket resmi, guna menghindari potensi penipuan. Ini penting untuk memastikan perjalanan mudik yang aman dan nyaman.