Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang masih akan melanda 24 daerah di Jawa Tengah pada Selasa, 10 Maret 2026. Warga di wilayah Pantura, Solo Raya, dan Jawa Tengah bagian tengah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung.

Pada pagi hari, cuaca di Jawa Tengah diperkirakan berawan. Namun, memasuki siang, sore, hingga awal malam, hujan ringan hingga sedang diprediksi akan mengguyur merata di seluruh wilayah. Kondisi cuaca ekstrem, berupa hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir, berpotensi terjadi di 24 daerah yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menegaskan, “Waspadai bencana hidrometeorologi, karena cuaca ekstrem masih berlangsung di 24 daerah di Jawa Tengah terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi.”

Dua puluh empat daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem tersebut meliputi Purbalingga, Banjarnegara, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Surakarta, Bumiayu, dan Majenang. Sementara itu, daerah lain di Jawa Tengah diperkirakan akan diguyur hujan ringan hingga sedang.

Ferry Oktarisa menambahkan, angin akan bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 18-32 derajat Celcius, dengan kelembaban udara 60-95 persen.

Di sisi lain, meskipun fenomena air laut pasang (rob) telah mereda, gelombang tinggi di perairan utara dan selatan Jawa Tengah masih menjadi perhatian. Ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 1,25-2,5 meter, disertai hujan dan badai, yang berisiko tinggi terhadap aktivitas pelayaran kapal nelayan, tongkang, maupun angkutan barang dan orang.

Shafira Tsanyfadhila, Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, mengingatkan, “Awas, ketinggian gelombang mencapai 1,25-2,5 meter terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot, cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.”

Gelombang tinggi ini diperkirakan berlangsung merata di perairan utara seperti Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Jepara, Karimunjawa, dan Pati-Rembang. Di perairan selatan, kondisi serupa terjadi mulai dari Cilacap hingga Purworejo.