Bek asing Persib Bandung, Federico Barba, tengah merasakan pengalaman yang berbeda selama membela tim berjuluk Maung Bandung di BRI Super League 2025/26. Pemain asal Italia ini tidak hanya beradaptasi dengan gaya sepak bola Indonesia, tetapi juga dengan atmosfer bulan suci Ramadan yang kini menyelimuti skuadnya.

Adaptasi Jadwal Latihan di Bulan Puasa

Sebagai bagian dari tim yang mayoritas anggotanya beragama Islam, Barba mengaku harus menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan ritme yang berlaku di Persib. Salah satu penyesuaian paling kentara adalah perubahan jadwal latihan tim yang digeser ke malam hari selama bulan puasa.

Bagi Barba, adaptasi ini bukan sebuah kesulitan, melainkan bentuk penghormatan terhadap rekan setim dan budaya klub. Ia melihat perubahan ini sebagai bagian alami dari dinamika tim.

“Kami hanya perlu mengubah waktu latihan, beradaptasi, atau seperti sekarang, kami menggelar latihan di waktu yang sama dengan jadwal pertandingan. Jadi bagi saya tidak ada yang berubah,”

ujar Barba, menegaskan bahwa penyesuaian tersebut tidak memengaruhi performanya. Pengalaman ini menambah dimensi baru dalam perjalanan karier Barba di Indonesia, menunjukkan profesionalisme dan kemampuannya untuk berintegrasi dengan lingkungan yang berbeda.