Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Saan Mustopa, bersama rombongan melakukan Safari Ramadan ke sejumlah kyai dan pondok pesantren. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan pesan dari Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mengenai apresiasi terhadap peran penting kyai dan pesantren dalam pembangunan bangsa.
Saan Mustopa menjelaskan bahwa safari ini merupakan bagian dari upaya Partai NasDem untuk membangun komunikasi dengan masyarakat. Pada Jumat (6/3), rombongan tiba di Pondok Pesantren Mathlaul Khaer Cintapada, salah satu titik dalam rangkaian safari yang telah berlangsung selama 14 hari.
“Hari ke 14 ini, kami melakukan safari ramadan mulai Majenang, Cilacap, nanti ada konsolidasi di Kabupaten Garut dan akan membantu, menolong, berbagi sekaligus buka bersama. Kedatangan ke Pondok Pesantren (Ponpes) tujuannya silaturahmi dengan Pendiri Ponpes KH Yusuf Faqih (Mama Yusuf) yang usianya 103 tahun,” ujar Saan di Ponpes Mathlaul Khaer Cintapada.
Ia menegaskan bahwa inti dari Safari Ramadan ini adalah silaturahmi dan komunikasi dengan berbagai komponen masyarakat, khususnya para kyai dan pondok pesantren. Saan menyampaikan bahwa Ketua Umum Surya Paloh sangat menghargai dan menghormati peran kyai dan pesantren.
“Silaturahmi dan safari Ramadan ke pondok pesantren menyampaikan pesan dari Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh sangat menghargai menghormati kyai dan pesantren. Karena pesantren dan kyai memiliki peran besar maka keberadaan kiai dan pesantren tentunya menjadi terpenting dalam melahirkan dan mendirikan bangsa,” jelas Saan.
Menurut Saan, Surya Paloh melihat kontribusi dan perjuangan pesantren sangat besar bagi bangsa dan negara, baik saat pra-kemerdekaan maupun dalam mengisi kemerdekaan melalui peran pendidikan. Pesantren dinilai memiliki kemandirian yang kuat.
“Pesantren pada dasarnya mandiri dan Ketua Umum Surya Paloh minta kita semua termasuk pengurus memberikan apresiasi penghargaan, penghormatan terhadap para kyai dan pesantren. Karena, selama kunjungan safari ramadan kita megunjungi banyak pondok pesantren dan melakukan diskusi dengan para kyai termasuk pendiri Ponpes KH Yusuf Faqih (Mama Yusuf) yang usianya 103 tahun,” pungkasnya.
