Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pertemuan dengan tim keamanan nasionalnya pada Senin (27/4/2026) untuk membahas proposal terbaru yang diajukan oleh Iran. Gedung Putih mengonfirmasi rapat tersebut, sekaligus menegaskan kembali posisi tegas AS terhadap Teheran.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa proposal Iran sedang dalam pembahasan. “Saya akan mengkonfirmasi bahwa presiden telah bertemu dengan tim keamanan nasionalnya pagi ini… proposal tersebut sedang dibahas,” kata Leavitt kepada wartawan dalam konferensi pers.
Leavitt menambahkan bahwa Presiden Trump telah membuat “garis merah” terkait Iran menjadi “sangat, sangat jelas” tidak hanya kepada publik Amerika, tetapi juga kepada pihak Iran sendiri. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya upaya diplomatik untuk menghidupkan kembali pembicaraan antara Washington dan Teheran, menyusul berminggu-minggu konflik dan negosiasi yang gagal.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan bahwa Teheran “serius” untuk mencapai kesepakatan dengan Washington. Namun, Rubio menekankan bahwa setiap perjanjian yang dibuat harus secara definitif mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.
“Kita harus memastikan bahwa setiap kesepakatan yang dibuat… secara definitif mencegah mereka untuk bergegas menuju senjata nuklir kapan pun,” tegas Rubio.
Pernyataan Rubio ini muncul di tengah laporan media yang mengindikasikan Iran telah mengajukan proposal untuk membuka kembali Selat Hormuz. Sebagai imbalannya, Iran meminta pencabutan blokade AS dan pengakhiran perang, sambil menunda negosiasi yang lebih luas mengenai program nuklir mereka ke tahap selanjutnya.
Iran dan AS sebelumnya telah mengadakan pembicaraan di Islamabad pada 11 April 2026, namun gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari 2026. Negosiasi tersebut menyusul gencatan senjata dua minggu yang dimediasi Pakistan pada 8 April 2026, yang kemudian diperpanjang oleh Presiden Trump.
Meski demikian, menjelang putaran pembicaraan selanjutnya, Presiden Trump membatalkan rencana keberangkatan utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan pada akhir pekan lalu. Upaya untuk menyelenggarakan putaran pembicaraan lain terus dilakukan, meskipun poin-poin penting masih menjadi kendala.
Poin-poin krusial yang masih menjadi ganjalan meliputi status Selat Hormuz, blokade AS terhadap pelabuhan Iran, dan masa depan program nuklir Iran. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur transportasi vital yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak global setiap hari. Meningkatnya ketidakamanan di wilayah tersebut telah mendorong kenaikan harga minyak serta biaya pengiriman dan asuransi secara signifikan.
