Perjalanan spiritual Meisya Siregar dan suaminya, Bebi Romeo, di Tanah Suci berujung pada pengalaman tak terduga yang sarat makna. Niat awal untuk menunaikan ibadah umrah secara singkat demi menghemat biaya, justru berubah menjadi momen refleksi mendalam tentang kehendak Ilahi di tengah memanasnya situasi geopolitik.
Pasangan selebriti ini semula merencanakan perjalanan umrah yang efisien. Mereka berupaya memangkas durasi tinggal di Mekkah karena lonjakan harga penginapan selama bulan Ramadan. Pilihan tiket pesawat transit yang lebih ekonomis pun diambil demi segera kembali ke tanah air.
“Plan manusia: Ga usah lama-lama di Mekkah. Hotelnya Ramadhan itu muahaaal banget, terus kita beli tiket baliknya yang transit aja, bisnisnya lebih ekonomis,” ungkap Meisya Siregar melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (4/3/2026), menceritakan rencana awal mereka.
Namun, rencana tersebut seketika berantakan. Ketegangan militer antara aliansi Amerika Serikat-Israel dengan Iran menyebabkan penutupan wilayah udara. Kondisi darurat ini memaksa Meisya dan Bebi untuk memperpanjang masa tinggal mereka di Mekkah, dengan konsekuensi biaya yang jauh lebih besar dari perkiraan.
Meisya memaknai perubahan drastis ini sebagai intervensi Tuhan. “Plan Allah: Siapa kamu ngatur-ngatur? Extend dan beli tiket baru itu yang AKU mau. 4 hari terlalu sebentar bersama-KU,” tambahnya, merefleksikan bahwa perpanjangan ini adalah cara Tuhan menahannya lebih lama untuk beribadah secara maksimal.
Bagi Meisya, situasi tak terduga ini merupakan tamparan spiritual sekaligus pelajaran berharga untuk tidak mendahului rencana Sang Pencipta. Ia menyadari bahwa mengakui kelemahan diri di hadapan Allah adalah bentuk ketaatan yang paling disukai-Nya.
“Pdhl merasa diri lemah di hadapan Allah adalah ketaatan yg Allah sukai,” tutur presenter kondang tersebut dalam unggahannya.
Meski kabar mengenai rudal yang melintas di wilayah udara sekitar sempat tersiar, Meisya mengaku tetap merasakan kedamaian dan kekhusyukan yang luar biasa selama di Tanah Suci. Ia merasa terlindungi di tengah gejolak konflik.
“Begitu ada perang, katanya rudal misil seliweran di langit. Yang kami cuma lihat: semua foto-foto indah ini,” ujarnya, menggambarkan kontras antara suasana batinnya dengan konflik yang terjadi.
Pengalaman spiritual ini dirasakan Meisya jauh melampaui segala ekspektasi dan doa yang pernah ia panjatkan. Ia menutup curhatannya dengan ungkapan rasa syukur mendalam kepada sang suami atas hadiah perjalanan spiritual yang tak terlupakan ini.
“@bebi_romeo terima kasih karena selalu berusaha keras untuk mewujudkan mimpiku lagi! Mari terus saling mencintai di jalan Allah,” pungkas Meisya dengan penuh haru.
sumber gambar: Instagram Meisya Siregar 