Gesit News – Lombok Timur – Dalam rangka mengisi dan memaknai bulan suci Ramadhan, Pondok Pesantren Darul Furqon NW Mengkuru menggelar kegiatan Daurah Ilmiah Ramadhan yang diikuti oleh seluruh santriwan dan santriwati. Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari 2026.
Daurah ilmiah tersebut diisi dengan kegiatan pengajian dan pendalaman ilmu agama Islam. Proses pembelajaran tidak hanya dibimbing oleh para ustadz, tetapi juga melibatkan santri senior yang telah memiliki pemahaman keilmuan lebih mendalam untuk mendampingi adik-adik santri dalam belajar.
Meski demikian, para ustadz tetap aktif terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan pendampingan, memastikan materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh seluruh santri.
Pembukaan kegiatan daurah ilmiah dilaksanakan pada Jumat sore menjelang malam dan dirangkaikan dengan buka puasa bersama seluruh santri Pondok Pesantren Darul Furqon NW Mengkuru. Momentum tersebut menjadi awal kebersamaan dan peneguhan niat untuk mengisi Ramadhan dengan kegiatan yang bernilai ibadah dan keilmuan.
Selanjutnya, pada Sabtu, 28 Februari 2026, kegiatan dilanjutkan dengan kajian kitab kuning sebagai bagian dari rangkaian Daurah Ilmiah Ramadhan. Kajian ini bertujuan untuk meningkatkan serta memperdalam pemahaman santri terhadap ilmu-ilmu keislaman, khususnya dalam bidang fiqih, akidah, dan akhlak.
Pihak pengurus pondok pesantren berharap melalui kegiatan ini para santri dapat tumbuh menjadi generasi muda yang sukses di masa depan, memiliki bekal ilmu agama yang kuat, serta mampu menjadi pribadi yang lebih baik dari generasi sebelumnya.
Menurut pengurus, bulan Ramadhan merupakan momentum yang sangat tepat untuk memperbanyak kegiatan keilmuan dan menjauhkan diri dari hal-hal yang kurang bermanfaat. Dengan adanya daurah ilmiah ini, diharapkan para santri dapat lebih fokus dalam menuntut ilmu dan memanfaatkan waktu Ramadhan sebaik mungkin.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat di masa depan, tetapi juga dapat dirasakan sejak sekarang hingga seterusnya sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama.
