Kodam XXIII/Palaka Wira menyerahkan bantuan perahu ketinting untuk mendukung akses pendidikan bagi siswa di tiga desa wilayah Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Penyerahan ini dipimpin langsung oleh Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar.
Pangdam Sianipar menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kesulitan transportasi yang masih dihadapi anak-anak sekolah di wilayah kepulauan. “Wilayah ini adalah kepulauan. Saya mendapat laporan masih banyak anak-anak yang kesulitan mengakses sekolah dari rumahnya. Nilainya mungkin tidak seberapa, tetapi ini wujud kepedulian kepada anak-anak kita. Mereka 10 sampai 20 tahun ke depan akan menggantikan kita,” ujarnya di Palu, Minggu (1/3/2026).
Ia menekankan bahwa seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan anak-anak dapat bersekolah tanpa hambatan jarak maupun transportasi. “Jangan sampai mereka mengalami kesulitan seperti generasi sebelumnya yang harus berangkat dini hari dan menempuh perjalanan berjam-jam. Generasi mereka harus jauh lebih baik dari kita,” tegas Pangdam.
Menurut Pangdam, dengan adanya listrik, internet, serta dukungan sarana transportasi laut, akses pendidikan di wilayah kepulauan harus semakin mudah. Ia berharap bantuan perahu ketinting ini dimanfaatkan dengan baik serta dijaga dan dirawat bersama demi keberlanjutan penggunaannya, sebagai investasi bagi masa depan generasi penerus.
Dalam proses pembuatannya, perahu ketinting tersebut juga memberdayakan para pengerajin lokal. Hal ini turut menciptakan lapangan pekerjaan dan menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Sementara itu, Bupati Tojo Una-Una Ilham S Lawidu menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian jajaran Kodam XXIII/Palaka Wira terhadap masyarakat kepulauan. “Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Tojo Una-Una, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Pangdam dan jajaran. Bantuan ini bukan sekadar perahu, tetapi jembatan harapan bagi anak-anak kami di kepulauan,” kata Ilham.
Ilham menambahkan bahwa kondisi geografis daerahnya, khususnya Kepulauan Togean, memang menjadi tantangan tersendiri, di mana masih ada siswa yang harus menyeberang laut setiap hari untuk bisa sampai ke sekolah.
