Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mencatat jumlah pengungsi akibat banjir di dua kecamatan mencapai 878 jiwa pada Kamis, 26 Februari 2026. Ratusan warga ini dievakuasi ke 15 titik pengungsian yang tersebar di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya.
Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, menyatakan bahwa timnya telah diterjunkan ke lapangan untuk memberikan bantuan dan memantau kondisi para pengungsi. “Berdasarkan hasil kaji cepat Tim TRC BPBD Kota Makassar, jumlah pengungsi tersebar di dua kecamatan dan empat kelurahan dengan total 15 titik pengungsian,” ujar Fadli di Makassar, Kamis (26/2/2026).
Secara keseluruhan, Fadli Tahar merinci, terdapat 239 kepala keluarga atau 878 jiwa yang masih berada di lokasi pengungsian. Sebaran pengungsi ini meliputi beberapa titik di Kecamatan Biringkanaya, khususnya di wilayah Kelurahan Katimbang dan Paccerakkang.
Di Kelurahan Katimbang, tepatnya di SD Paccerakkang, tercatat 64 kepala keluarga dengan 236 jiwa. Sementara itu, di Kelurahan Paccerakkang, pengungsi tersebar di beberapa lokasi:
- Masjid Lailatul Qadar: 5 kepala keluarga (21 jiwa)
- Salah satu rumah warga: 4 kepala keluarga (11 jiwa)
- Kos depan SMA 18: 3 kepala keluarga (13 jiwa)
- Masjid Nurul Hikmah Bukka Mata: 7 kepala keluarga (27 jiwa)
- Kantor Lurah Paccerakkang: 3 kepala keluarga (6 jiwa)
- Masjid Ar Ra’mun: 15 kepala keluarga (54 jiwa)
- Masjid Nurul Ikhlas Kodam III: 30 kepala keluarga (87 jiwa)
- Masjid Al Ummah: 8 kepala keluarga (38 jiwa)
Fadli menambahkan, “Kami sudah kerahkan tim untuk membantu pengungsi dan melaporkan perkembangannya ke pak wali kota. Kita juga berkoordinasi dengan dinas lainnya dalam hal membantu pengungsi.”
Di Kecamatan Manggala, pengungsi tersebar di Kelurahan Manggala dan Batua. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Masjid Al Muttaqin, Kelurahan Manggala: 23 kepala keluarga (84 jiwa)
- Masjid Jabal Nur: 29 kepala keluarga (89 jiwa)
- Posyandu Anyelir: 2 kepala keluarga (14 jiwa)
- Masjid Yuda Al Fatih: 12 kepala keluarga (56 jiwa)
- Masjid Al Mukarramah: 17 kepala keluarga (62 jiwa)
Adapun di Kelurahan Batua, Masjid Al Kautsar menampung 17 kepala keluarga atau 80 jiwa yang masih mengungsi.
Fadli Tahar menegaskan bahwa BPBD Makassar akan terus melakukan pemantauan dan pendataan secara berkala. Hal ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi, sekaligus mengoordinasikan langkah penanganan lanjutan bersama instansi terkait.
