Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di 18 daerah di Jawa Tengah pada Kamis, 26 Februari 2026. Selain itu, fenomena air laut pasang atau rob juga diprediksi akan terjadi di perairan utara Jawa, berpotensi memicu banjir di sejumlah wilayah pesisir.
Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bencana hidrometeorologi yang mungkin timbul, seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung. Prakiraan cuaca menunjukkan bahwa pada pagi hari, sebagian besar wilayah Jawa Tengah akan berawan, dengan peluang hujan ringan hingga sedang di kawasan pegunungan.
Memasuki siang, sore, hingga awal malam, hujan ringan hingga sedang diprakirakan akan turun secara merata. Namun, cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang dan sambaran petir sangat berpotensi terjadi di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah.
Ancaman Rob dan Gelombang Tinggi
Di perairan utara Jawa Tengah, ketinggian gelombang diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter, disertai hujan petir. Lebih lanjut, fenomena air laut pasang (rob) diprediksi akan meningkat dengan ketinggian maksimum 1 meter pada pukul 16.00-19.00 WIB. Kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir di beberapa daerah di jalur Pantura Jawa Tengah, meliputi Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Retna Swasti Karini, secara khusus mengingatkan, “Waspadai banjir pada petang hingga malem hari di sejumlah daerah di Pantura tersebut, sebagai akibat air laut pasang di perairan utara Jawa Tengah ini.”
Menurut Retna Swasti Karini, banjir akibat rob di Pantura dapat mengganggu berbagai aktivitas warga, mulai dari transportasi, kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan, hingga budidaya perikanan darat dan produksi petani garam. Sementara itu, di perairan selatan Jawa Tengah, gelombang tinggi dengan kisaran 1,25-2,5 meter masih berlangsung dan dinilai cukup berisiko bagi aktivitas pelayaran.
18 Daerah Pesisir Berpotensi Cuaca Ekstrem
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menegaskan bahwa cuaca ekstrem kembali meningkat di 18 daerah pesisir di Jawa Tengah pada Kamis ini. Oleh karena itu, warga diminta untuk tetap waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi.
Ferry Oktarisa merinci 18 daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem tersebut, yang umumnya merupakan daerah pesisir. Daerah-daerah tersebut meliputi Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Jepara, Slawi, Brebes, Magelang, Bumiayu, dan Majenang.
Ia menambahkan, “Sedangkan daerah lainnya di Jawa Tengah cenderung hujan ringan-sedang, angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95.”
