Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) menyatakan komitmennya untuk membantu peningkatan jumlah kunjungan wisatawan asal negeri Paman Sam ke Bali. Upaya ini termasuk melakukan pendekatan dengan perusahaan maskapai penerbangan AS guna memfasilitasi perjalanan.

Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes AS, Peter M Haymond, menyampaikan hal tersebut di sela pembukaan kantor konsuler di Jimbaran Hub, Kabupaten Badung, Bali, pada Rabu (25/2/2026). Ia menekankan pentingnya kemudahan akses bagi wisatawan AS.

“Kami senang berkomunikasi dengan perusahaan Amerika Serikat dan maskapai penerbangan berbeda untuk membuat perjalanan lebih mudah, karena perjalanan jauh. Kami sangat tertarik untuk bantu banyak warga AS datang ke Bali, semudah mungkin,” ujar Haymond.

Salah satu opsi yang tengah dijajaki untuk meningkatkan kedatangan wisatawan AS adalah pembukaan penerbangan langsung atau penambahan frekuensi penerbangan dari berbagai titik. “Kami akan melakukan yang terbaik dari kami untuk mendukung itu,” tambahnya.

Potensi Ekonomi dan Data Kunjungan Wisatawan AS

Saat ini, belum tersedia penerbangan langsung dari Bali menuju wilayah Amerika Serikat. Wisatawan dari AS harus transit minimal satu kali melalui kota lain seperti Singapura, Taipei, Hong Kong, Doha, atau Dubai.

Diplomat senior tersebut menjelaskan bahwa wisatawan asal negaranya dikenal memiliki tingkat pengeluaran yang tinggi. Pada tahun 2025, kontribusi belanja mereka terhadap geliat ekonomi di Bali diperkirakan mencapai 330 juta dolar AS, atau sekitar Rp5,54 triliun (dengan asumsi 1 dolar AS setara Rp16.800).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, jumlah wisatawan asal AS yang berkunjung ke Bali pada tahun 2025 mencapai 274 ribu orang, menempatkan mereka di posisi ketujuh dalam daftar kunjungan wisatawan asing. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 4,88 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai 261 ribu orang.

“Mereka datang untuk melihat keindahan budaya Bali dan tradisi yang kaya. Mereka mewakili populasi Amerika Serikat yang liburan ke luar negeri dan ingin melihat tempat wisata terkenal di dunia termasuk Bali,” pungkas Haymond.