Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Angkasa Pura I. Kerja sama ini berfokus pada penyediaan air bersih di kawasan Bandara Internasional Lombok, menandai langkah strategis PDAM dalam memperluas layanan ke fasilitas vital.
Direktur PDAM Lombok Tengah, Bambang Supratomo, menyatakan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan upaya memperkuat sinergi antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Secara teknis dan non teknis, kami harus berani mengambil sikap seperti ini sebagai upaya menjaga sinergisitas antara BUMN dan BUMD agar terus berjalan,” ujar Bambang di Lombok Tengah, Selasa.
Menurut Bambang, keberadaan PT Angkasa Pura I di Lombok Tengah diharapkan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah. Salah satu bentuk sinergi tersebut diwujudkan melalui dukungan layanan air bersih oleh PDAM, yang juga berpotensi menambah pendapatan perusahaan daerah dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Sebagai BUMD, kami ingin menunjukkan bahwa PDAM naik kelas. Tidak hanya melayani masyarakat umum, tetapi juga fasilitas vital seperti bandara. Ini bentuk simbiosis mutualisme yang berjalan,” tegas Bambang.
Bambang menjelaskan, sebelumnya layanan air bersih ke Angkasa Pura sudah berjalan, namun belum maksimal karena keterbatasan infrastruktur. Dengan hadirnya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mandalika, kapasitas pelayanan kini dinilai lebih siap untuk mendukung kebutuhan bandara.
Melalui sistem tersebut, wilayah yang sebelumnya dilayani Instalasi Pengolahan Air (IPA) Batujai kini telah terintegrasi dengan SPAM Mandalika. Dengan demikian, distribusi dari IPA Batujai dapat dialihkan untuk mengoptimalkan suplai ke kawasan bandara. “Secara sistem jaringan sudah kami evaluasi dan telaah. Secara teknis, pelayanan untuk bandara sangat dimungkinkan berjalan dengan baik,” tambahnya.
Pihaknya akan menyuplai kebutuhan air bersih di seluruh kawasan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Saat ini, kebutuhan air bersih bandara mencapai sekitar 800 meter kubik per bulan, dan angka tersebut berpotensi meningkat seiring rencana pengembangan bandara.
Selain suplai air, PDAM juga menyiapkan jaringan distribusi serta tenaga teknis (manpower) untuk memastikan sistem pelayanan di dalam kawasan bandara berjalan optimal. “Kami berharap kerja sama ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi kedua belah pihak serta daerah,” tutup Bambang.
