Sekitar 1.600 jamaah umrah asal Malaysia dilaporkan terlantar di Arab Saudi menyusul pembatalan dan gangguan penerbangan dari sejumlah maskapai. Situasi ini terjadi akibat eskalasi konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah, demikian disampaikan oleh otoritas Malaysia pada Selasa, 3 Maret 2026.
Konsul Jenderal Malaysia di Jeddah, Tengku Mohd Dzaraif Raja Abdul Kadir, memastikan bahwa pihak konsulat telah menjangkau sebagian besar jamaah yang terdampak. Para jamaah tersebut saat ini tersebar di Jeddah, Mekkah, dan Madinah.
“Alhamdulillah, mereka dalam kondisi baik, dan situasi di Arab Saudi, khususnya di Mekkah, Madinah, dan Jeddah, juga sangat baik tanpa insiden yang tidak diinginkan,” ujar Tengku Mohd Dzaraif, seperti dikutip dari laporan BERNAMA.
Ia menjelaskan, sebagian besar jamaah yang terlantar semula dijadwalkan kembali ke Malaysia menggunakan penerbangan Malaysia Airlines, serta maskapai lain seperti Qatar Airways, Emirates, dan Etihad. Meski demikian, masih tersedia penerbangan langsung dari Jeddah menuju Kuala Lumpur melalui Saudia Airlines, di samping layanan AirAsia yang terbatas.
“Banyak jamaah haji yang berinisiatif sendiri, atau melalui agen perjalanan mereka, untuk mengganti penerbangan mereka ke Saudia Airlines, dan beberapa kelompok telah berhasil kembali ke Malaysia,” tambah Tengku Mohd Dzaraif. Ia juga mengapresiasi Malaysia Airlines yang telah menyediakan akomodasi bagi para jamaah yang jadwal kepulangannya terganggu.
Untuk memantau situasi dan menyalurkan bantuan, Konsulat Jenderal Malaysia di Jeddah telah mengaktifkan ruang operasi 24 jam guna memastikan warga Malaysia yang terdampak mendapatkan dukungan yang diperlukan.
Sementara itu, di Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengumumkan bahwa sebanyak 6.047 jamaah umrah telah berhasil kembali ke Tanah Air dengan aman. Kepulangan ini merupakan respons terhadap kondisi keamanan yang memanas di Timur Tengah.
“Sejak 28 Februari hingga 1 Maret 2026 sebanyak 6.047 orang jamaah telah kembali ke Tanah Air dengan aman. Pemerintah terus mengawal proses ini agar seluruh jamaah dapat pulang secara bertahap dan tertib,” terang Juru Bicara Kemenhaj RI, Ichsan Marsha.
Kemenhaj juga mencatat bahwa calon jamaah umrah Indonesia yang direncanakan berangkat hingga sebelum musim haji pada 18 April 2026 berjumlah 43.363 orang, yang diberangkatkan oleh 439 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Berdasarkan laporan Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) pada Minggu, 1 Maret 2026, sekitar 58.873 peserta umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.
sumber gambar: Antaranews.com 