Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menegaskan bahwa Moskow tidak akan mengakui kewarganegaraan Amerika Serikat (AS) yang dipaksakan terhadap anggota keluarga diplomat Rusia yang bertugas di Negeri Paman Sam.
Pernyataan tersebut disampaikan Zakharova dalam sebuah artikel yang diterbitkan di surat kabar Rusia Vedomosti. “Rusia tidak mengakui pemaksaan kewarganegaraan AS kepada warga negara Rusia yang lahir dari keluarga personel diplomatik, administratif-teknis, dan konsuler kami di AS,” tulis Zakharova, Senin (4/5/2026).
Menurut Zakharova, pemberian kewarganegaraan AS secara sewenang-wenang kepada anak-anak diplomat Rusia berpotensi memberikan pengaruh bagi Washington untuk menekan personel misi Rusia di luar negeri.
Ia bahkan mengemukakan kekhawatiran akan skenario ekstrem. “Bagaimana jika seorang anak diculik dengan dalih, misalnya, hukum anak atau kebutuhan untuk memverifikasi kesesuaian gender sebagai bagian dari gelombang aturan baru lainnya? Kami telah melihat banyak contoh seperti itu,” kata Zakharova.
