Seorang pemuda bernama Naufal (34) terseret ombak saat berwisata di perairan Tanjung Beloam, Dusun Sunut, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.

Kronologi Kejadian

Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi, membenarkan laporan kejadian tersebut. Menurut kronologi yang diterima pihak kepolisian, Naufal, yang berasal dari Aik Ambung, Masbagik Timur, Kecamatan Masbagik, datang bersama saudaranya, Luqyana Kamaria (23), dan temannya, Azmi (25), untuk berlibur pasca Hari Raya Idul Fitri.

Saat Naufal dan Luqyana mencoba menyeberang menuju Gili Tanjung Beloam melalui jalan setapak di atas permukaan air yang dangkal, tiba-tiba gelombang laut yang cukup kuat datang dan menghempas keduanya. Azmi, yang menyaksikan kejadian itu, segera memberikan pertolongan kepada Luqyana hingga berhasil diselamatkan dari terjangan ombak.

Namun, Naufal tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri dan terseret arus ombak yang kuat. Azmi pun mengalami kesulitan saat mencoba membantu Naufal karena derasnya arus.

Upaya Pencarian dan Imbauan Kewaspadaan

Tim gabungan dari Unit SAR Pemerintah Kabupaten Lombok Timur segera tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 15.00 Wita. Bersama pihak terkait, upaya pencarian terhadap Naufal yang hilang masih terus dilakukan.

Menyikapi insiden ini, Iptu Lalu Rusmaladi mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu waspada terhadap perubahan arus laut dan ombak tinggi, terutama pada musim cuaca ekstrem saat ini. Ia menekankan pentingnya tidak berenang atau beraktivitas terlalu jauh ke tengah laut.

“Masyarakat diharapkan memilih pantai yang aman untuk berwisata, diutamakan yang memiliki petugas penyelamat (SAR/Lifeguard) yang bersiaga, diharapakan segera lapor ke petugas setempat Jika terjadi musibah laka laut, yaitu polisi laut (Polairud), atau Polres terdekat untuk mendapat penanganan cepat,” pungkas Lalu Rusmaladi.