KENDARI, Senin, 11 Mei 2026 – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), sejak Sabtu (9/5) malam menyebabkan banjir di 11 titik wilayah tersebut. Ratusan rumah yang dihuni sekitar 685 jiwa terendam akibat meluapnya Kali Wanggu, terutama di Kelurahan Lepo-lepo. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, mengakui bahwa penanganan banjir di wilayahnya belum berjalan maksimal.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari mencatat bahwa 11 titik terdampak banjir mencakup pemukiman warga, kawasan perkantoran, hingga lahan pertanian. Data sementara hasil pemantauan di lapangan hingga Minggu (10/5) menunjukkan sebaran banjir yang signifikan.

Daftar 11 Titik Banjir di Kota Kendari (Data BPBD 10 Mei 2026):

  • Kecamatan Wuawua: Kelurahan Wuawua dan Kelurahan Bonggoeya.
  • Kecamatan Baruga: Kawasan Kali Wanggu, perumahan warga, dan Jalan Raya Kelurahan Lepo-lepo.
  • Kelurahan Anduonuhu: Pemukiman warga.
  • Kelurahan Mokoau: Pemukiman warga.
  • Kelurahan Kambu: Jalan Bangau dan Jalan Mangkerey.
  • Kelurahan Wowanggu: Jalan Veteran.
  • Nanga-nanga: Kawasan persawahan.

Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, mengonfirmasi data tersebut. “Berdasarkan laporan sementara, ada 11 titik terdampak. Sebaran banjir mencakup pemukiman, perkantoran, hingga area persawahan,” ujar Cornelius.

Respons Wali Kota Kendari

Menyikapi bencana ini, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat. Ia mengakui adanya keterbatasan dalam penanganan yang memerlukan pendekatan terintegrasi.

“Kami atas nama pemerintah Kota Kendari mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga apabila sampai saat ini belum terlalu maksimal dalam penanganan banjir,” kata Siska.

Siska menambahkan bahwa Pemerintah Kota Kendari tengah berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Sultra dan Pemerintah Pusat untuk mencari solusi jangka panjang. Menurutnya, penanganan masalah banjir di Kendari membutuhkan kolaborasi kuat lintas sektor dan jenjang pemerintahan.

Hingga berita ini diturunkan, petugas BPBD dan instansi terkait masih bersiaga di lokasi-lokasi rawan untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat meningkatkan debit air, terutama di wilayah bantaran Kali Wanggu.