Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin memimpin rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada Senin (9/2/2026) di Kota Palu. Pertemuan ini bertujuan merumuskan strategi antisipasi lonjakan harga bahan pangan menjelang bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
Imelda Liliana Muhiddin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi potensi kenaikan harga. “Perlu kesiapan matang seluruh pemangku kepentingan menghadapi hari besar keagamaan nasional (HBKN) guna mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok di pasaran,” ujarnya dalam rapat tersebut.
Menurut Imelda, peningkatan permintaan kebutuhan masyarakat berpotensi memicu kenaikan harga bahan pangan, termasuk peningkatan transaksi tunai. Oleh karena itu, strategi pengendalian harus diterapkan sejak dini untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan di tingkat pasar.
Langkah Konkret dan Data Inflasi
Berbagai langkah konkret telah disiapkan. “Langkah-langkah konkret dilakukan yakni memasukkan inspeksi terhadap ketersediaan stok bahan pokok di tingkat distributor maupun pedagang, termasuk mempersiapkan skema pasar murah dan sejenisnya,” jelas Imelda.
Ia menambahkan, kenaikan harga bahan pangan dapat memberikan pengaruh negatif terhadap pergerakan inflasi daerah, sehingga upaya antisipasi sangat diperlukan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kota Palu tercatat berada pada posisi keempat terendah di Sulawesi Tengah, yaitu sebesar 3,08 persen pada Oktober 2025, kemudian turun menjadi 2,94 persen pada November 2025.
“Angka inflasi yang positif harus dipertahankan. Maka skema kegiatan pasar murah dan kegiatan pangan murah segera diterapkan yang dikemas ke dalam pasar Ramadhan supaya masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau,” ucap Imelda.
Selain itu, penguatan kerja sama antara pemerintah daerah dan petani lokal juga dinilai penting untuk menjaga ketersediaan bahan pangan secara berkelanjutan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat.
Tidak hanya harga pangan, ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji juga menjadi perhatian. Komoditas energi ini dapat memicu inflasi jika tidak ditangani dengan baik. “Saya minta TPID melakukan langkah-langkah percepatan lewat komunikasi dengan PT Pertamina dan para pihak lainnya bergelut di bidang energi, supaya strategi yang sudah diatur terlaksana dengan baik,” pungkas Imelda.
