Uluwatu, Bali, kini menjadi saksi bisu geliat tren baru dalam menikmati minuman. Budaya minum santai ala Eropa, yang mengedepankan pengalaman sosial lebih panjang, mulai digandrungi di berbagai destinasi gaya hidup dan kuliner di kawasan ini. Pengunjung tidak lagi sekadar datang untuk makan malam, melainkan mencari pengalaman menyeluruh, mulai dari aperitivo sebelum makan hingga menikmati koktail ringan sambil berbincang hingga larut malam.

Fenomena ini mendorong sejumlah restoran untuk mengembangkan program bar yang berfokus pada pengalaman minum dan suasana berkumpul. Salah satunya adalah Bartolo, restoran bergaya French-Italian yang terletak di kawasan Uluwatu, Bali.

Dikenal dengan hidangan comfort food ala Eropa dan atmosfernya yang hangat, Bartolo kini memperluas konsepnya melalui program bar terbaru yang berbasis vermouth dan budaya aperitivo.

Program Bar “Vermouth in Hand”

Melalui program bertajuk “Vermouth in Hand”, Bartolo mengeksplorasi vermouth tidak hanya sebagai bahan koktail, tetapi juga sebagai bagian integral dari gaya menikmati minuman yang lebih santai dan sosial. Vermouth sendiri merupakan minuman berbasis wine yang diperkaya rempah dan botanical. Berasal dari budaya aperitivo di Italia dan kemudian populer di Prancis, vermouth dikenal memiliki karakter rasa yang kompleks namun tetap ringan dinikmati.

Menu baru ini menghadirkan 15 racikan koktail yang dibagi dalam beberapa profil rasa, mulai dari aperitif, savoury, spiced, fruity, hingga bittersweet. Program ini juga menampilkan koleksi vermouth, fortified wine, hingga house-made infusion, termasuk racikan vermouth khas Bartolo sendiri. Berbeda dari tren koktail yang cenderung berat dan teknikal, sebagian besar minuman di Bartolo dirancang dengan karakter ringan, seimbang, dan mudah dinikmati dalam suasana santai.

Kadar Alkohol dan Racikan Unik

Setiap menu mencantumkan kadar alkohol atau alcohol by volume (ABV) untuk mendorong pengalaman menikmati minuman secara perlahan dan lebih mindful. Salah satu menu andalan adalah Bay Leaf Highball, perpaduan fino sherry, green olive, dan preserved lemon dengan kadar alkohol ringan sebesar 4,8% ABV. Minuman sparkling ini disajikan dengan garnish daun bay leaf yang menghadirkan sentuhan khas Mediterania.

Selain itu, terdapat Peach Sour yang memadukan fino sherry, peach cordial, dan toasted almond dengan karakter rasa yang lebih kaya namun tetap ringan. Sementara itu, Cherry Royale mengombinasikan extra dry vermouth, house cassis, lemon curd, dan maraschino cherry dalam sajian yang sedikit sparkling.

Bartolo juga mengeksplorasi penggunaan bahan lokal dan Asia Tenggara dalam sejumlah racikannya. Calamansi Paloma, misalnya, memadukan mezcal dengan calamansi, kaffir lime, serta salted ginger foam. Di sisi lain, Cascara Negroni menghadirkan cascara atau kulit kering buah kopi dalam interpretasi baru dari koktail klasik Italia.

Menu Bar Food Berbasis Conservas

Tidak hanya fokus pada minuman, Bartolo turut memperkenalkan menu bar food berbasis conservas, yakni seafood premium yang diawetkan dan umum ditemukan di Spanyol maupun Portugal. Menu ini dirancang untuk dinikmati bersama koktail dalam suasana sharing dan percakapan santai, mengikuti filosofi aperitivo yang menempatkan kebersamaan sebagai bagian utama dari pengalaman makan dan minum.

Pendiri Bartolo, Rafael Nardo, mengatakan perubahan ini merupakan evolusi alami dari konsep restoran yang sejak awal ingin menghadirkan suasana hangat dan akrab bagi pengunjung. “Menu minuman terbaru kami mencerminkan bagaimana kami sendiri menikmati minuman: santai, sosial, dan dirancang untuk orang-orang yang ingin menikmati waktu lebih lama,” ujarnya.

Menurut Nardo, Bartolo ingin menjadi tempat yang tetap terasa hangat dan terbuka bagi pengunjung, baik untuk menikmati vermouth sepulang dari pantai maupun menghabiskan malam bersama teman-teman hingga tengah malam.