Ratusan warga di Cirebon, Jawa Barat, mengikuti Istighotsah Kubro dan Halal Bihalal Doa untuk Indonesia pada Jumat (3/4). Kegiatan spiritual ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk merefleksikan diri sekaligus menyampaikan aspirasi terkait kondisi penegakan hukum di Tanah Air.
Pimpinan Majelis Al Barkah Surya Cirebon, KH Muhammad Ilyas Khaelani, menegaskan bahwa istighotsah pasca-Idulfitri ini merupakan ikhtiar batin agar bangsa Indonesia terhindar dari ketidakadilan. “Ini bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga doa bersama agar negeri ini terjaga dari praktik hukum yang tidak adil dan aparat penegak hukum dijauhkan dari godaan yang merusak integritas,” ujar KH Ilyas.
Sorotan Terhadap Kasus Keadilan
Dalam kesempatan tersebut, KH Ilyas secara khusus menyoroti sejumlah kasus yang dinilai masih menyisakan persoalan keadilan di mata publik, termasuk kasus Kilometer 50 (KM 50) dan kasus Vina. Menurutnya, penyelesaian transparan atas kasus-kasus ini krusial untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat dan menjaga kepercayaan terhadap institusi penegak hukum.
“Peristiwa KM 50 dan kasus lainnya masih menjadi perhatian masyarakat. Harapannya, dapat diungkap secara terang agar memberikan kepastian hukum,” katanya. KH Ilyas menekankan bahwa masyarakat berharap semua perkara yang belum tuntas dapat ditangani secara profesional dan transparan. “Kalau memang perlu dijelaskan, jelaskanlah. Kalau perlu ditegakkan, tegakkanlah. Negara ini memiliki hukum yang harus dijalankan secara adil,” tegasnya.
Harapan untuk Pemerintah dan Integritas Aparat
KH Ilyas juga menyampaikan harapan agar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dapat mendorong penyelesaian berbagai kasus yang masih tertunda. “Kami berharap ada upaya yang serius dan terbuka untuk menyelesaikan kasus-kasus yang belum tuntas, sehingga kepercayaan masyarakat dapat terjaga,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya integritas aparat penegak hukum, khususnya Polri, dalam menjalankan tugas secara profesional dan akuntabel. “Penegakan hukum yang jujur dan terbuka sangat penting untuk menjaga marwah hukum dan kepercayaan publik,” pungkas Ilyas.
Kegiatan istighotsah berlangsung khidmat, dihadiri ratusan jamaah dari berbagai kalangan masyarakat dan tokoh agama, yang bersama-sama memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa serta penegakan keadilan dan kebenaran di Indonesia.
