Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Prof. Lukman Thahir, menegaskan bahwa tokoh Guru Tua, pendiri pendidikan Alkhairaat Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri, sangat layak dianugerahi gelar pahlawan nasional. Pernyataan ini disampaikan Lukman Thahir di Palu pada Selasa (31/3/2026), menyoroti kontribusi besar Guru Tua dalam mencerdaskan bangsa.
Lukman Thahir menjelaskan, “Guru Tua adalah simbol intelektualitas dan nasionalisme. Melalui jaringan sekolah Alkhairaat yang tersebar luas, tokoh Guru Tua telah mencerdaskan kehidupan bangsa, jauh sebelum kemerdekaan hingga saat ini.” Ia menambahkan bahwa dedikasi Guru Tua dalam meletakkan fondasi pendidikan Islam dan dakwah moderat di Indonesia Timur merupakan bukti nyata kemajuan peradaban di tanah air.
Momentum peringatan Haul Guru Tua ke-58 yang bertepatan dengan 12 Syawal 1447 Hijriah atau 1 April 2026, menjadi pengingat akan nilai-nilai keteladanan dalam pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat. Jejak pengabdian Guru Tua masih terasa kuat dalam perkembangan keilmuan, pembinaan generasi, dan penguatan nilai-nilai keislaman di masyarakat hingga kini.
Lukman Thahir juga menyoroti pentingnya penghargaan negara. “Anugerah Bintang Mahaputera menjadi bagian dari penghargaan atas pengabdian yang layak harus diberikan negara kepada Guru Tua. Melalui momentum ini, kami mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat serta berbagai pihak agar Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri dapat dianugerahi gelar pahlawan nasional,” ujarnya, yang juga menjabat sebagai mantan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Alkhairaat.
Ia menekankan bahwa keterlibatan pemerintah daerah sangat krusial dalam mempercepat proses pengajuan gelar pahlawan kepada pemerintah pusat. “Sebagai Abnaul Khairaat kami memiliki tanggung jawab menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan, dan nilai-nilai luhur itu terus menjadi pedoman dalam membina generasi serta menguatkan peran pendidikan di Indonesia,” pungkasnya.
