PALU, 10 Maret 2026 – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, dan Hannah Asa Indonesia resmi menjalin kerja sama strategis untuk meningkatkan kompetensi literasi keuangan bagi mahasiswa dan civitas akademika. Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan pada Senin (9/3/2026) di Palu, menandai langkah serius dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan ekonomi masa depan.
Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Lukman Thahir, menegaskan pentingnya literasi keuangan sebagai ‘survival skill’ di era modern. “Literasi keuangan bukan lagi sekadar pelengkap kurikulum, melainkan keterampilan bertahan hidup (survival skill) di masa depan, maka mahasiswa harus memiliki keterampilan itu,” ujar Prof. Lukman di Palu, Senin (9/3/2026).
Prof. Lukman menjelaskan, kerja sama ini mencakup berbagai program, termasuk pelatihan manajemen arus kas (cash flow) bagi mahasiswa dan staf, serta edukasi investasi syariah yang aman, legal, dan sesuai prinsip syariah. Ia menekankan visi jangka panjang dari kolaborasi ini. “Kami ingin mahasiswa lulus tidak hanya dengan ijazah, tapi juga dengan kecerdasan finansial yang matang. Kerja sama dengan Hannah Asa adalah langkah nyata untuk memastikan mereka mampu mengelola aset dan menjauhi jebakan konsumerisme yang destruktif,” tambahnya.
Kolaborasi kedua pihak telah dikuatkan melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berfokus pada pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di sektor keuangan syariah. Ruang lingkup PKS meliputi peningkatan kualitas pendidikan, program magang di bidang keuangan syariah berkelanjutan, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, pengkajian pertumbuhan ekonomi keuangan syariah di Sulawesi Tengah, serta pengembangan pengabdian masyarakat untuk akses keuangan syariah yang inklusif. Selain itu, kerja sama ini juga mendukung pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan bidang kerja sama lain yang disepakati sesuai kewenangan masing-masing.
Direktur Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, menyoroti bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan ikhtiar bersama untuk menyiapkan generasi yang unggul secara akademik dan memiliki kecakapan hidup relevan. “Kolaborasi dengan perguruan tinggi bukan sekadar kerja sama administrasi, melainkan bagian dari ikhtiar bersama untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan hidup yang relevan dengan tantangan zaman, termasuk kecerdasan dalam mengelola keuangan secara bijak dan bertanggung jawab,” jelas Mardiyah.
Sebagai tindak lanjut, Hannah Asa Indonesia juga menandatangani dokumen kerja sama dengan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Datokarama Palu. “Tujuannya tidak lain yakni memperkuat pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam penguatan literasi keuangan, pembekalan praktik profesional, maupun integrasi nilai-nilai edukasi finansial dalam dunia Pendidikan,” ungkapnya.
Hannah Asa Indonesia berkomitmen untuk membantu UIN Datokarama dalam meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa dan membuka ruang sinergitas dalam program Tri Dharma Perguruan Tinggi.
