Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendesak Iran untuk segera menyerahkan stok uranium yang diperkaya kepada Amerika Serikat atau dimusnahkan di lokasi yang disepakati bersama Teheran. Pernyataan ini disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Senin, 26 Mei 2026, di tengah laporan mengenai semakin dekatnya kesepakatan penghentian perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.

“Uranium yang diperkaya itu akan segera diserahkan kepada Amerika Serikat untuk dibawa pulang dan dimusnahkan, atau lebih baik dimusnahkan di lokasi,” tulis Trump. Ia menambahkan bahwa proses pemusnahan dapat dilakukan bersama Republik Islam Iran dan disaksikan oleh Komisi Energi Atom atau lembaga setara lainnya.

Desakan Trump ini muncul seiring dengan perkembangan signifikan dalam upaya diplomatik. Sebelumnya pada Senin, Panglima Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Asim Munir, mengungkapkan bahwa kesepakatan antara Iran dan AS “hampir tercapai”. Pernyataan Munir disampaikan saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, di Beijing.

Pertemuan antara Munir dan Wang Yi berlangsung di sela kunjungan resmi Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif ke China. Media pemerintah China, China Daily, mengutip Kementerian Luar Negeri China, melaporkan bahwa Munir memaparkan peran terbaru Pakistan dalam negosiasi untuk meredakan ketegangan antara Iran dan AS.

Munir sendiri baru saja kembali dari Teheran pekan lalu, di mana ia bertemu dengan para pemimpin Iran untuk membahas situasi regional. Menurut laporan tersebut, Pakistan siap “melanjutkan segala upaya” guna membantu tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran. Munir juga menyatakan harapan agar China dapat memainkan peran lebih besar dalam proses diplomatik tersebut.