Meski cuaca terik menyengat, ratusan masyarakat tampak antusias memadati kawasan Istana Negara Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Sejak mulai dibuka untuk umum, IKN telah menjelma menjadi magnet wisata baru, menarik pengunjung dari berbagai penjuru tanah air bahkan mancanegara.

Rasa penasaran bercampur kebanggaan mendorong mereka datang, menempuh perjalanan jauh untuk menyaksikan langsung metamorfosis IKN. Dari kawasan hutan tropis yang sebagian merupakan hutan lindung, IKN kini berdiri megah dengan gedung-gedung menjulang di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) seluas sekitar 6.000 hektare.

Fasilitas Megah di Jantung Pemerintahan

Dalam beberapa tahun terakhir, IKN Nusantara telah dilengkapi berbagai fasilitas utama. Ini mencakup kompleks Istana Kepresidenan, Istana Negara IKN sebagai kantor resmi Presiden RI, Istana Wakil Presiden IKN, dan Istana Garuda yang ikonik sebagai Kantor Presiden dengan bentuk burung garuda membentangkan sayap.

Selain itu, berdiri pula Gedung Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan Gedung Otorita Ibu Kota Nusantara. Proses pembangunan Kompleks Legislatif untuk DPR/MPR juga terus berjalan. Fasilitas hunian seperti rumah dinas menteri dan pejabat setingkatnya, serta Rusun ASN dan Rusun Hankam untuk personel Polri, BIN, dan Paspampres, juga telah tersedia.

Area publik dan komersial turut melengkapi, seperti Masjid Sumbu Kebangsaan, pusat perbelanjaan, dan area gaya hidup terintegrasi.

Subiyono, Staff Otoritas IKN, menegaskan bahwa proses pembangunan terus berlangsung. “IKN ini akan dibangun menjadi kawasan ibu kota yang modern, terintegrasi dan ramah lingkungan, dengan konsep forest city sehingga pembangunannya memang memerlukan waktu,” ungkapnya.

Pihak Otorita IKN memang mempersilakan masyarakat luas untuk berkunjung. “Kita ingin masyarakat melihat secara langsung perkembangan IKN ini,” tutur Subiyono, sembari menjelaskan bahwa pembangunan masih berlangsung di beberapa titik.

Mendongkrak Roda Ekonomi Masyarakat Lokal

Kehadiran IKN tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga mendongkrak roda ekonomi masyarakat sekitar. Bagi warga Kalimantan, terutama, pembangunan ini membawa harapan baru.

Fendi, seorang warga dari Ampah, Kalimantan Tengah, rela menempuh perjalanan belasan jam bersama keluarganya. “IKN ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan, mudah-mudahan pembangunan IKN ini terus berlanjut,” ujarnya penuh harap.

Peluang ekonomi juga dirasakan oleh Khalid, pengelola jasa tur/travel Banjarbaru Tour. Ia mengungkapkan, keberadaan IKN telah menciptakan paket wisata yang menjanjikan. “Minat warga berkunjung sangat tinggi. Umumnya kami membuat paket tour IKN sekaligus berbagai obyek wisata sekitar IKN dan Balikpapan,” kata Khalid.

Senada, Herli, pemilik penginapan di Kecamatan Sepaku, area ring satu IKN, merasakan dampak positifnya. Setiap akhir pekan, 20 kamar penginapannya selalu penuh. “Ada banyak penginapan di sekitar Sepaku ini. Dulu adalah ruamah-rumah yang disewa oleh para pekerja IKN, kini dirubah menjadi penginapan dan hotel,” jelas Herli.

Terletak di jantung Kalimantan, IKN Nusantara memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai magnet baru wisata alam, edukasi, dan teknologi di Indonesia.