Sembilan orang tewas setelah mobil Toyota Avanza yang mereka tumpangi dihantam kereta api penumpang di perlintasan tanpa palang pintu, Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara, pada Rabu (21/1) sekitar pukul 18.30 WIB. Rombongan keluarga asal Kabupaten Deliserdang tersebut baru saja pulang dari pesta pernikahan.

Kapolres Tebing Tinggi AKBP Rina Frillya menjelaskan, insiden tragis itu terjadi saat mobil bernomor polisi BK 1656 ABP melintasi rel tanpa palang pintu. “Para korban baru saja pulang dari Kabupaten Batubara untuk menghadiri pesta undangan dan berencana menjenguk saudara di wilayah Sei Sigiling,” ujar Rina, Jumat (23/1). Benturan keras dengan kereta api rute Rantauprapat–Medan tersebut mengakibatkan mobil terseret sejauh 300 meter.

Delapan penumpang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, pengemudi mobil, Abdul Kadir (42), yang sempat mengalami luka berat dan dirawat intensif di RS Bhayangkara Tebingtinggi, akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Total korban tewas dalam kecelakaan ini mencapai sembilan orang.

Pihak kepolisian menduga kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengemudi. “Sopir diduga tidak berkonsentrasi dan tidak memperhatikan situasi saat melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu,” tambah Rina. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengungkap detail insiden ini.

Para korban tewas didominasi warga Desa Mekarsari, Delitua, Deliserdang. Di antara korban terdapat dua anak-anak berusia 4 dan 6 tahun, serta seorang lansia berusia 80 tahun. Identitas korban yang meninggal dunia antara lain Rizal (59), Daratul Laila (50), Risnawati (57), Muhammad Hafiz (4), Muhammad Rafka (6), Asrah (80), Sri Devi (41), dan Zaitun (54).