Upaya pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera terus dipercepat. Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bahu-membahu melakukan kerja lapangan di lokasi terdampak untuk mengembalikan kondisi kehidupan masyarakat agar kembali aman dan normal.

Tim Media Presiden, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta pada Jumat, 30 Januari 2026, menyampaikan bahwa fokus kegiatan TNI diarahkan pada pembersihan pasar dan aliran sungai. Sementara itu, Polri memprioritaskan pembersihan rumah warga, guna mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi dan sosial.

TNI Fokus Normalisasi Ruang Publik

Berdasarkan laporan kegiatan, personel TNI melaksanakan pembersihan Pasar Desa Huta Godang. Area kanan dan kiri jalan yang terdampak material banjir dan longsor turut dibersihkan dari endapan lumpur, sampah, serta sisa material yang menutup akses dan mengganggu aktivitas masyarakat. Langkah ini diprioritaskan untuk mempercepat pemulihan fasilitas publik dan kelancaran mobilitas, terutama di titik-titik yang menjadi pusat perputaran kebutuhan harian warga.

Selain di area pasar, TNI juga melakukan pembersihan aliran sungai dari puing-puing kayu yang terbawa arus dan menumpuk pascabanjir. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Adian Koting, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, dengan sasaran utama mengangkat dan menyingkirkan tumpukan kayu serta material lain yang berpotensi menyumbat aliran sungai. Pembersihan aliran sungai penting untuk mengurangi risiko luapan susulan, memperlancar aliran air, serta meminimalkan potensi kerusakan lanjutan pada bantaran sungai dan permukiman di sekitarnya.

Polri Bantu Pemulihan Hunian Warga

Sementara itu, Polri melalui personel Ditsamapta Polda Sumatra Barat melaksanakan pembersihan rumah warga yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Kegiatan ini berlokasi di kawasan Maninjau, Kabupaten Agam, dan difokuskan pada pengangkatan lumpur, penyisiran sisa material banjir, serta penataan kembali area hunian agar lebih layak ditempati.

Langkah ini dilakukan untuk membantu warga mempercepat pemulihan tempat tinggal, terutama pada bagian rumah yang tertutup endapan lumpur dan material sisa bencana. Secara operasional, pembersihan dilakukan secara bertahap dan berbasis kebutuhan lapangan, memastikan keluarga terdampak dapat kembali menata kehidupan sehari-hari dalam lingkungan yang lebih sehat dan aman.

Sinergi TNI-Polri Percepat Pemulihan

Kegiatan ini mencerminkan pendekatan terpadu, di mana TNI menitikberatkan pada normalisasi ruang publik dan pengurangan risiko melalui pembersihan pasar dan sungai. Di sisi lain, Polri memperkuat aspek kemanusiaan dan pemulihan sosial dengan membantu pembersihan hunian warga. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus menekan potensi gangguan kesehatan lingkungan akibat lumpur, sampah, dan material yang masih tertinggal.