Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat barisan pengamanan kawasan konservasi. Langkah ini diwujudkan melalui bimbingan teknis (bimtek) bagi Polisi Kehutanan (Polhut) dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) guna meningkatkan upaya perlindungan dan pengawasan di wilayah tersebut.

Kepala Balai TNGR NTB, Budhy Kurniawan, di Mataram pada Rabu (5/2/2026), menjelaskan tujuan utama kegiatan ini. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tugas dan fungsi Polhut dan MMP, memperkuat sinergi dengan Kepolisian, serta mendukung upaya perlindungan dan pengamanan kawasan konservasi,” ujarnya.

Bimbingan teknis tersebut diselenggarakan di Resor Timbanuh SPTN Wilayah II TNGR, berkolaborasi dengan Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda NTB. Budhy menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian penting dari upaya pelestarian. “Ini salah satu upaya dalam meningkatkan kelestarian kawasan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara Polhut, MMP, dan Ditbinmas Polda NTB. Sinergi ini mencakup peningkatan kapasitas dan wawasan keamanan, pemahaman aspek hukum, serta komitmen bersama. “Serta komitmen bersama dalam menjaga kawasan hutan yang aman, tertib, dan berkelanjutan,” kata Budhy.

Budhy Kurniawan juga menekankan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh peserta. Ia berharap program perlindungan konservasi di kawasan Gunung Rinjani dapat terwujud demi kepentingan pembangunan berkelanjutan. “Kolaborasi itu sangat penting untuk tetap di tingkatkan dalam menjaga kelestarian kawasan Gunung Rinjani,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan sarana kontak secara simbolis. Delapan resor di kawasan TNGR menerima senter dan tongkat lalu lintas untuk membantu MMP dalam kegiatan pengamanan hutan. Budhy Kurniawan menutup pernyataannya dengan pesan singkat, “Cintai Rinjani dengan peduli.”