Tim gabungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, berhasil memadamkan api yang membakar lahan seluas sekitar 0,25 hektare di Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam. Insiden yang terjadi pada Minggu, 26 April 2026, siang hari ini berhasil dikendalikan berkat respons cepat petugas.
Kronologi dan Upaya Pemadaman
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila, menjelaskan bahwa laporan karhutla di RT. 08, Kelurahan Sungai Parit, diterima pihaknya pada pukul 12.09 Wita. Api sendiri mulai terlihat sekitar pukul 12.00 Wita.
“Setelah menerima laporan tim gabungan terdiri dari personel BPBD PPU, Brigade Karlabun Distan, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU Pos Penajam, sejumlah personel Polres PPU, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, langsung mendatangi lokasi untuk melakukan upaya pemadaman api,” sebut Nurlaila di lokasi kejadian.
Berkat penanganan yang sigap, api hanya membakar lahan kosong seluas lebih kurang 0,25 hektare. Material yang terbakar didominasi semak belukar dan gambut tipis.
Nurlaila menambahkan, upaya pemadaman dilakukan secara manual dan menggunakan mobil tangki air milik BPBD, DPKP, serta Distan PPU. “Pemadaman kami lakukan secara manual dan penyemprotan menggunakan mobil tangki air milik BPBD , DPKP dan Distan PPU,” terangnya.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.16 Wita, diikuti dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan mencegah kebakaran kembali. Secara visual, lokasi karhutla di RT. 08 Kelurahan Sungai Parit kini dinyatakan padam total.
Penyebab Masih Diselidiki, Masyarakat Diimbau Waspada
Meskipun api telah padam, penyebab dan kronologi pasti karhutla ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. “Hingga kini untuk penyebab dan kronologi masih dalam penyelidikan polisi, mengingatkan ketika kejadian sedang panas terik,” ucap Nurlaila.
Menyikapi kejadian ini, Nurlaila mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim kemarau. “Kami menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pembukaan lahan atau pembersihan lahan atau perkebunan dengan cara membakar, karena berpotensi menjadi karhutla apalagi saat musim kering saat ini,” pungkasnya.
