Skuad bulu tangkis Indonesia mengambil langkah strategis menjelang turnamen prestisius All England 2026. Alih-alih langsung menuju kota pertandingan, tim Merah Putih memilih untuk menjalani masa adaptasi di National Badminton Centre, Milton Keynes, Inggris, mulai Kamis, 26 Februari 2026.

Lokasi tersebut akan menjadi markas sementara bagi tim Indonesia selama beberapa hari ke depan sebelum bergeser ke Birmingham, tempat utama penyelenggaraan turnamen. Pemilihan Milton Keynes ini bertujuan untuk memberikan waktu adaptasi yang optimal bagi para atlet.

Strategi Aklimatisasi di Markas Latihan Inggris

Manajer tim Indonesia, Shendy Puspa Irawati, mengungkapkan bahwa keputusan untuk berlatih di Milton Keynes didasari oleh pertimbangan matang. Faktor jarak yang relatif dekat dengan Birmingham serta kelengkapan sarana menjadi alasan utama tim.

“Kami menentukan tempat ini karena jaraknya relatif dekat dari Birmingham dan fasilitasnya mendukung kebutuhan tim,” ucap Shendy.

Shendy menambahkan, kawasan latihan tersebut tidak hanya menyediakan fasilitas bulu tangkis yang mumpuni, tetapi juga dilengkapi dengan penginapan yang nyaman serta berbagai sarana penunjang lainnya. Hal ini diharapkan dapat memudahkan aktivitas dan menjaga kenyamanan atlet selama persiapan.

Selain itu, fasilitas latihan ini juga kerap digunakan oleh para pemain Inggris, termasuk pasangan ganda putra andalan mereka, Ben Lane/Sean Vendy. Kehadiran atlet tuan rumah ini secara tidak langsung menciptakan atmosfer kompetitif yang positif, membantu skuad Indonesia untuk segera menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan dan lawan potensial.