Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, akan memulai balapan Moto3 Spanyol 2026 dari posisi ke-17. Hasil kualifikasi yang berlangsung ketat di Circuito de Jerez pada Jumat, 25 April 2026, menempatkannya di barisan belakang, menyajikan tantangan sekaligus peluang besar bagi rookie Honda Team Asia ini.

Meski jauh dari posisi ideal, Veda datang ke Jerez dengan modal penting: memori podium di lintasan yang sama pada musim sebelumnya. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi suntikan kepercayaan diri untuk menghadapi persaingan ketat di kelas dunia.

Kualifikasi Ketat, Posisi Melorot di Menit Akhir

Veda Ega Pratama menunjukkan performa menjanjikan di awal sesi kualifikasi. Pada Q1, ia tampil kompetitif dan berhasil mengamankan posisi kedua dengan catatan waktu 1 menit 46,10 detik, hanya kalah dari Ruche Moodley. Hasil ini memastikan langkahnya melaju ke Q2.

Di fase awal sesi penentuan posisi start, Veda sempat bertahan di posisi enam besar, membuka harapan untuk start dari barisan tengah depan. Namun, persaingan khas Moto3 kembali terlihat di menit-menit akhir. Sejumlah pembalap secara signifikan mempertajam catatan waktu mereka.

Meskipun Veda juga berhasil mempertajam waktunya menjadi 1 menit 45,73 detik, peningkatan tersebut belum cukup untuk mempertahankan posisinya. Ia pun harus puas turun ke posisi ke-17 di grid start.

Di barisan terdepan, Maximo Quiles berhasil merebut pole position, diikuti oleh David Munoz dan Alvaro Carpe. Sementara itu, rival yang pernah berduel sengit dengan Veda di ajang lain, Brian Uriarte dan Hakim Danish, masing-masing akan memulai balapan dari posisi kelima dan kesepuluh.

Memori Podium 2025 Jadi Modal Mental Berharga

Meski harus start dari posisi belakang, Veda Ega Pratama memiliki alasan kuat untuk tetap percaya diri. Pada tahun 2025, saat masih berkompetisi di Red Bull Rookies Cup, ia memulai balapan di Jerez dari posisi ke-15. Namun, start agresifnya langsung mengubah jalannya lomba.

Dalam satu lap, Veda melesat ke grup depan dan berhasil masuk ke posisi tiga besar. Balapan kemudian berkembang menjadi duel ketat antara Veda, Brian Uriarte, dan Hakim Danish. Ketiganya saling bertukar posisi hingga lap terakhir sebelum Veda akhirnya finis ketiga.

Podium tersebut menjadi tonggak penting dalam kariernya, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri yang membawanya menembus kelas Moto3 kejuaraan dunia.

Tantangan Rookie di Level Dunia

Situasi kini berbeda. Veda datang sebagai rookie di kejuaraan dunia, menghadapi lawan dengan pengalaman dan level kompetisi yang jauh lebih tinggi. Kesalahan kecil dapat berdampak besar, terlebih di kelas Moto3 yang dikenal dengan persaingan rapat dan efek slipstream yang krusial.

Meskipun demikian, pengalaman di Jerez menjadi keuntungan tersendiri. Pemahaman terhadap karakter tikungan, titik pengereman, hingga racing line di sirkuit ini memberikan nilai tambah dalam menyusun strategi balapan.

Peluang Bangkit Masih Terbuka Lebar

Balapan sepanjang 19 lap diprediksi akan berlangsung dalam grup besar, sebuah karakteristik khas Moto3. Kondisi ini membuka peluang bagi pembalap yang start dari belakang untuk merangsek ke depan. Kunci bagi Veda terletak pada start awal yang baik, konsistensi ritme balapan, serta kemampuan memanfaatkan celah untuk melakukan overtake.

Jika mampu mengulang start agresif seperti musim lalu dan bertahan di grup depan, peluang untuk finis di zona poin tetap terbuka. Bahkan, bukan tidak mungkin ia kembali menghadirkan kejutan di hadapan publik Jerez.

Hasil Kualifikasi Moto3 Spanyol 2026 (Top 18)

PosisiPembalap
1Maximo Quiles
2David Munoz
3Alvaro Carpe
4Joel Esteban
5Brian Uriarte
6Adrian Fernandez
7Joel Kelso
8David Almansa
9Matteo Bertelle
10Hakim Danish
11Marco Morelli
12Valentin Perrone
13Scott Ogden
14Ruche Moodley
15Adrian Cruces
16Cassey O’Gorman
17Veda Ega Pratama
18Rico Salmela

Jerez kembali menjadi panggung penting bagi Veda Ega Pratama. Start dari posisi ke-17 bukanlah akhir, melainkan sebuah kesempatan untuk kembali membuktikan kapasitasnya di lintasan dunia.