Sate bulayak, kuliner khas dengan cita rasa gurih dan pedas, menjadi salah satu menu pilihan utama bagi masyarakat Muslim di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk berbuka puasa. Keunikan rasanya menjadikan hidangan ini selalu diburu, terutama saat bulan Ramadan.
Rahman, salah seorang pembeli, sengaja menempuh perjalanan belasan kilometer dari Kota Mataram menuju sentra kuliner Sate Bulayak Narmada di Lombok Barat bersama istri dan anaknya. Ia ingin menikmati sate legendaris tersebut langsung di daerah asalnya.
“Gurih bumbu berpadu potongan cabai rawit yang pedas bikin sate bulayak cocok dimakan saat berbuka puasa,” kata Rahman, Selasa (3/3/2026). Ia menambahkan, meskipun sering menyantap sate bulayak di Jalan Udayana, Kota Mataram, ini adalah pengalaman pertamanya mencicipi yang autentik di wilayah asal kuliner tersebut.
Asal-usul dan Ciri Khas Sate Bulayak
Sate bulayak memang merupakan kuliner khas yang berasal dari Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Kini, popularitasnya telah menyebar ke berbagai penjuru Pulau Lombok, terutama di objek wisata dan pusat keramaian. “Kami baru pertama kali ke sini karena tertarik dengan keramaian sentra kuliner Sate Bulayak Narmada,” ucap Rahman.
Ciri khas sate bulayak terletak pada lontongnya yang panjang mengerucut, dibungkus daun kelapa atau aren muda, dan disebut bulayak dalam bahasa suku Sasak. Lontong ini disajikan bersama sate daging (ayam, sapi, atau jeroan) dan kuah santan kental berbumbu rempah yang kaya rasa.
Perpaduan rasa gurih dari kuah kacang dan santan, serta pedasnya potongan cabai rawit, dinilai sangat cocok untuk memulihkan energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Harga yang relatif terjangkau juga menjadi alasan utama sate bulayak diminati oleh berbagai kalangan masyarakat.
Peningkatan Penjualan Selama Ramadan
Selama bulan Ramadan, para penjual sate bulayak mulai membuka gerai dagangan mereka selepas waktu Asyar hingga pukul 22.00 WITA. Antrean pembeli terlihat mengular menjelang azan Magrib, terutama saat akhir pekan, menunjukkan tingginya animo masyarakat.
Budi, salah seorang penjual sate bulayak, mengungkapkan bahwa penjualan mengalami peningkatan signifikan memasuki hari kesepuluh puasa. “Harga sate bulayak Rp20.000 per porsi, ada banyak pilihan sate mulai dari ayam, daging, dan jeroan sapi,” ucap Budi, menjelaskan variasi menu yang ditawarkan.
sumber gambar: gesit.id 