Sebuah delegasi kongres bipartisan yang dipimpin oleh Senator Amerika Serikat (AS) Steve Daines mengunjungi Beijing pada Kamis (7/5/2026). Kunjungan ini berlangsung kurang dari dua pekan sebelum Presiden AS Donald Trump dijadwalkan tiba di China untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping pada 14-15 Mei.

Delegasi Bipartisan dan Makna Simbolis

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyambut Senator Daines, yang juga anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat, di Beijing. Wang Yi menegaskan, “Kunjungan ini merupakan delegasi senator bipartisan Kongres Amerika Serikat pertama yang berkunjung ke China sejak Presiden Trump menjabat, sehingga memiliki makna simbolis yang penting.”

Delegasi tersebut terdiri dari lima senator, yaitu Steve Daines (Republik, Montana), Maria Cantwell (Demokrat, Washington), Deb Fischer (Republik, Nebraska), Mike Lee (Republik, Utah), dan Jerry Moran (Republik, Kansas).

Selain Beijing, delegasi juga dijadwalkan mengunjungi berbagai perusahaan teknologi di Shanghai dan bertemu dengan sejumlah pejabat China.

Harapan China untuk Hubungan Stabil

Wang Yi mengungkapkan harapannya terhadap kunjungan ini. “Kami berharap mereka dapat merasakan suasana baru pembangunan China melalui kunjungan ini, membangun jembatan komunikasi baru, membahas bidang-bidang kerja sama baru, serta menambahkan dorongan bagi perkembangan hubungan China-AS yang stabil, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya hubungan China-AS bagi kesejahteraan kedua negara dan stabilitas tatanan dunia. “Kebijakan China terhadap AS konsisten. Kedua negara seharusnya menjadikan prinsip saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai sebagai prinsip serta kerja sama yang saling menguntungkan sebagai tujuan sehingga berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas dunia,” jelas Wang Yi.

Wang Yi menambahkan bahwa Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump telah beberapa kali berkomunikasi untuk meluruskan arah hubungan bilateral. “China bersedia bersama AS melaksanakan dengan baik konsensus penting yang dicapai kedua kepala negara agar hubungan China-AS benar-benar menjadi stabil dan membaik, memberi manfaat bagi kedua negara, serta membawa manfaat bagi dunia,” katanya.

Menurut Wang Yi, kunci relasi yang baik adalah menyelesaikan perbedaan persepsi dan memasang “kancing pertama” hubungan dengan benar. Ia menegaskan, “Sistem sosial dan jalan pembangunan China dan AS berbeda, tapi keduanya berakar dari akumulasi sejarah dan budaya masing-masing, serta merupakan pilihan rakyat masing-masing negara. Keduanya dapat tumbuh bersama tanpa saling merugikan.”

Wang Yi juga menyerukan agar kedua negara mencari “harmoni dalam perbedaan” dan menjadi mitra, bukan lawan. “China tidak akan menempuh bahwa negara yang kuat pasti akan mencari hegemoni, tapi akan terus berpegang pada pembangunan damai dan dengan teguh menempuh jalan sosialisme berciri khas China,” tegasnya.

China berharap AS dapat memandang China secara objektif, membangun persepsi rasional, menghormati kepentingan inti China, mengelola perbedaan, dan bekerja sama untuk hal-hal besar yang bermanfaat bagi kedua negara dan dunia.

Daines Soroti Daya Saing AS

Senator Steve Daines, melalui laman resminya, menyatakan pentingnya AS memahami ekosistem inovasi China. “AS perlu memahami ekosistem inovasi China agar dapat bersaing secara efektif dengan China,” ujarnya.

Ia melanjutkan, “Itulah sebabnya saya senang berada di sini bersama rekan-rekan saya. Dengan AS dan China menyumbang 40 persen dari total ekonomi dunia, menjalin interaksi dengan pihak China sangat penting untuk menjaga daya saing AS secara global.”

Kunjungan ini merupakan yang ketujuh bagi Daines ke China sejak terpilih menjadi anggota Kongres. Terakhir, ia berkunjung pada 23 Maret 2025 dan bertemu dengan Perdana Menteri China Li Qiang di Beijing, didampingi para pemimpin perusahaan besar AS.

Sebelum terjun ke dunia politik, Daines memiliki pengalaman 13 tahun memimpin posisi manajemen di Procter and Gamble, enam tahun di antaranya dihabiskan di China untuk meluncurkan merek-merek Amerika agar dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan China.