Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Jumat (1/5) menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat terhadap semua individu yang ditahan secara sewenang-wenang di Myanmar. Seruan ini datang di tengah gejolak politik yang terus melanda negara tersebut sejak kudeta militer 2021.
Wakil juru bicara PBB, Farhan Haq, mengonfirmasi bahwa Guterres telah mencatat pemindahan Penasihat Negara Daw Aung San Suu Kyi ke sebuah kediaman yang telah ditentukan. “Sekretaris Jenderal telah mencatat pemindahan Penasihat Negara Daw Aung San Suu Kyi ke sebuah kediaman yang telah ditentukan,” kata Haq dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, Haq menegaskan kembali desakan Guterres untuk pembebasan para tahanan. “Sekretaris Jenderal menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat terhadap semua pihak yang ditahan secara sewenang-wenang sebagai langkah mendasar menuju kondisi yang kondusif bagi proses politik yang kredibel,” tambahnya.
Guterres juga menekankan pentingnya penghentian kekerasan secara segera dan komitmen nyata terhadap dialog yang inklusif sebagai dasar solusi politik yang layak. Ia menyoroti peran krusial mitra regional dan internasional, khususnya Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), dalam mendukung upaya menuju penyelesaian damai di Myanmar.
Myanmar terus dilanda krisis sejak militer mengambil alih kekuasaan pada Februari 2021, menahan para pemimpin sipil dan memicu protes luas serta konflik bersenjata yang berkepanjangan di seluruh negeri.
